DUA legenda biliar dunia, Fransisco “Django” Bustamante dan Efren “Bata” Reyes, mengaku terkesan dengan antusiasme pencinta biliar Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat tampil dalam laga ekshibisi “Battle for Legacy” di The Cue House, Jakarta Barat, Rabu 11 Februari 2026.
Event yang digelar di venue milik Kevin Tandra, Aryanti Kardi, dan Raffi Sanjaya S tersebut menghadirkan atmosfer meriah. Pasalnya, laga tersebut juga dihadiri para artis serta atlet Tanah Air yang turut ambil bagian dalam pertandingan ekshibisi tersebut.
Pada laga tersebut dihadiri empat artis. Mereka adalah Baim Wong (Team Efren), Wijaya Kusuma atau Wijin (Team Efren), Fauzan Nazrul (Team Django), dan Rhomedal Aquino (Team Django).
Django Bustamante mengungkapkan kebanggaannya bisa bermain bersama artis dan atlet Indonesia dalam suasana yang meriah. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang spesial.
“Kami bangga bisa bermain dengan para artis yang sangat terkenal di sini. Ini pengalaman yang luar biasa dan kami merasa sangat beruntung,” ujar Django.
Menurutnya, keterlibatan publik figur dalam olahraga biliar menjadi inspirasi besar bagi generasi muda. Ia melihat potensi besar perkembangan biliar di Indonesia yang sudah memiliki basis penggemar kuat.
“Ini sangat bagus untuk Indonesia. Ketika aktor dan atlet basket bermain biliar, itu menginspirasi pemain muda. Mungkin suatu hari nanti akan semakin banyak orang bermain biliar di sini,” katanya.
Django Bustamante pun membagikan pesan sederhana bagi atlet muda yang ingin sukses. Tips tersebut adalah disiplin dan konsisten berlatih, namun tetap memprioritaskan pendidikan.
“Kami dulu berlatih seharian penuh saat masih muda. Kuncinya latihan, konsentrasi, tidur cukup, dan jangan lupa sekolah. Itu sangat penting,” tegasnya.
Senada dengan Bustamante, Efren Reyes juga mengaku terkesan dengan atmosfer pertandingan di Indonesia. Meski telah malang melintang di berbagai turnamen dunia, Reyes mengaku tetap merasakan gugup setiap kali bertanding.
“Saya bermain di banyak negara di seluruh dunia, tapi tetap saja merasa gugup. Itu selalu ada,” ujar Reyes.
Ia pun menekankan pentingnya pendidikan bagi para pemain muda sebelum serius meniti karier profesional di dunia biliar.
“Selesaikan sekolah dulu. Setelah itu baru fokus ke biliar,” pesannya.
Kehadiran dua legenda ini di The Cue House tidak hanya menjadi tontonan menarik. Tetapi juga menjadi momentum penting bagi perkembangan biliar Indonesia, yang terus berupaya melahirkan generasi baru berprestasi di kancah dunia.
(Ramdani Bur)