“Mereka sangat halus di sudut menikung maksimal dengan 20% bukaan gas. Tapi ketika dalam posisi berdiri, mereka menjaga momentum itu,” imbuh Por Fuera.

Namun, Lorenzo buru-buru mengingatkan performa hebat itu baru terlihat di satu sirkuit. Bukan tidak mungkin para pesaing bisa mengejar ketertinggalan dari Ducati.
“Motor lain terlihat nervous. Tapi, seperti Anda lihat Alex, Marc, Pecco, mereka melakukan simulasi Sprint Race yang kuat. Tapi, ini baru satu trek. Mungkin KTM dan Aprilia bisa lebih dekat. Segalanya bisa berubah dengan cepat dari trek ke trek tapi Ducati sangat kuat,” tandas Lorenzo.
Berikutnya, para pembalap akan mengikuti Tes Pramusim MotoGP 2026 yang kedua di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, 21-22 Februari. Ada pun, seri pertama bertajuk MotoGP Thailand 2026, digelar di sirkuit yang sama pada 27 Februari hingga 1 Maret.
(Wikanto Arungbudoyo)