KISAH Pramudya Kusumawardana dan Yeremia Yacob Rambitan menarik untuk diulas. Sebab, pasangan ganda putra ini ternyata sempat perang dingin di lapangan!
Indonesia pernah memiliki ganda putra potensial dalam diri Pramudya/Yeremia. Betapa tidak, mereka berhasil meraih sejumlah prestasi mentereng di awal dekade 2020-an.

Pramudya/Yeremia sempat juara Spain Masters 2021. Setahun berselang, mereka menjadi kampiun dalam Badminton Asia Championships 2022 dengan mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik!
Prestasi berlanjut ke medali emas SEA Games 2023 di nomor perorangan. Sayangnya, tahun itu pula pasangan ini mulai mengalami pasang surut.
Terutama setelah Yeremia mengalami cedera parah di ajang Indonesia Open 2022. Pemain asal Jakarta itu harus absen selama enam bulan untuk pemulihan sehingga Pramudya terpaksa menepi.
Ketika kembali, Pramudya/Yeremia memang bisa merebut medali emas SEA Games 2023. Namun, setelah itu prestasi mereka menurun drastis hingga terungkap fakta, keduanya terlibat perang dingin!

Pelatih ganda putra Indonesia kala itu, Aryono Miranat, mengakui ada komunikasi yang belum cair di antara keduanya. Hal itu terungkap usai Pramudya/Yeremia tersingkir di Vantaa Open 2023 di mana gestur mereka sangat jelas menunjukkan ada masalah besar.
“Sebenarnya saya sudah bicara bertiga dengan Pram dan Yere dan mereka sudah tidak ada masalah,” kata Aryono dalam rilis resmi PBSI kala itu.
“Mungkin ada miskomunikasi yang masih belum bisa cair. Ternyata kemarin di Finlandia, masih belum cair juga," tandasnya.
Pada akhirnya, pasangan tersebut berpisah jalan. Pramudya memutuskan keluar dari Pelatnas PBSI dan hengkang ke Australia. Sementara, Yeremia tengah berusaha membangun lagi kariernya di Indonesia.
(Wikanto Arungbudoyo)