KISAH kejujuran Mohammad Ahsan menarik untuk diulas. Sebab, ia mengakui shuttlecock lawan masuk ke area lapangannya dalam turnamen Denmark Open 2019.
Mohammad Ahsan merupakan legenda hidup bulu tangkis Indonesia. Sepanjang kariernya sejak dekade 2010 hingga pensiun pada 2025, pemain yang akrab disapa Babah itu punya deretan prestasi mentereng.

Tentu saja, capaian paling manis dari Ahsan adalah tiga kali juara dunia bersama Hendra Setiawan di ganda putra. Skill yang komplet ditambah sikapnya di dalam dan luar lapangan, membuat siapa pun segan serta menaruh hormat.
Salah satu contohnya terjadi pada babak 32 besar Denmark Open 2019. Ketika itu, Ahsan/Hendra menghadapi Goh V Shem/Tan Wee Kiong dan menang 21-16 dan 21-14.
Momen yang bikin kagum terjadi di gim kedua tepatnya saat Ahsan/Hendra unggul 11-8. Pukulan Goh dinyatakan keluar oleh hakim garis.
Namun, Ahsan justru meyakinkan wasit jika pukulan ganda putra Malaysia itu masuk. Aksi pria asal Sumatra Selatan tersebut kemudian membuat perangkat pertandingan mengecek tayangan ulang.

Hasilnya, pukulan Goh dinyatakan jatuh di dalam area pertahanan Ahsan/Hendra. Pasangan Malaysia itu mendapat poin kendati pada akhirnya tetap harus kalah.
Sikap Ahsan itu patut dipuji. Kendati sedang unggul, ia tetap bisa bersikap sportif dan mengutamakan nilai-nilai kejujuran di tengah tekanan pertandingan.
Tidak heran bila sosok Ahsan/Hendra jadi idola di kalangan pebulu tangkis. Selain prestasi dan sikapnya, mereka juga bisa menjaga karier tetap awet di level tertinggi dalam jangka waktu yang panjang!
Itulah kisah kejujuran Mohammad Ahsan, akui lihat shuttlecock lawan masuk ke area lapangannya di Denmark Open 2019. Aksinya memang patut untuk ditiru.
(Wikanto Arungbudoyo)