DUNIA bulu tangkis internasional mengenal Kim Astrup dan Anders Skaarup Rasmussen sebagai sosok yang penuh warna. Ganda putra papan atas asal Denmark ini kerap dijuluki Duo Tengil karena aksi-aksi provokatif dan selebrasi jenaka yang sering kali memancing emosi lawan di atas lapangan.
Namun, segala bentuk ketengilan itu seolah menguap tak berbekas setiap kali mereka berhadapan dengan pasangan legendaris Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Penghormatan luar biasa ini kembali memuncak saat Hendra Setiawan memutuskan untuk gantung raket usai gelaran Indonesia Masters 2025. Bagi Astrup dan Rasmussen, sosok yang akrab disapa The Daddies tersebut bukan sekadar rival berat, melainkan guru dan inspirasi terbesar dalam karier profesional mereka.
Sikap santun yang ditunjukkan Astrup/Rasmussen paling membekas saat keduanya bentrok dengan Ahsan/Hendra di semifinal Arctic Open beberapa waktu lalu. Biasanya, pasangan peringkat tiga dunia ini tidak segan melakukan dansa ikonik atau gestur provokatif yang sering membuat lawan merasa jengkel. Namun, saat berhadapan dengan The Daddies, pemandangan itu hilang sepenuhnya.
Usai memastikan kemenangan dua gim langsung (21-19, 21-12), Astrup/Rasmussen justru memilih sikap elegan. Alih-alih berdansa, mereka hanya berpelukan singkat dan segera menghampiri net untuk bersalaman dengan penuh takzim kepada Ahsan dan Hendra.
Anders Rasmussen bahkan hanya terlihat memegang kepala dengan raut wajah lega, sebuah ekspresi syukur murni karena berhasil melewati tantangan dari sang maestro tanpa perlu melakukan aksi berlebihan yang bisa merusak suasana sportivitas.