SWISS – Kabar haru sekaligus melegakan datang dari legenda hidup Formula 1 (F1), Michael Schumacher. Setelah lebih dari satu dekade berjuang dalam proses pemulihan akibat cedera otak traumatis pada tahun 2013, peraih tujuh gelar juara dunia itu dilaporkan telah menunjukkan kemajuan fisik yang signifikan. Schumacher kini disebut tidak lagi hanya terbaring di tempat tidur dan sudah mampu duduk.
Pria berusia 57 tahun tersebut memang belum terlihat di publik sejak kecelakaan ski fatal di Meribel, Pegunungan Alpen Prancis, Desember 2013 silam. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa mantan pembalap Ferrari dan Mercedes ini sekarang sudah bisa berpindah tempat antara kediamannya di Swiss dan Majorca, Spanyol, dengan bantuan kursi roda yang didampingi oleh tim medis.
Meskipun belum mampu berjalan, fakta bahwa Schumacher sudah bisa duduk tegak merupakan pencapaian besar setelah bertahun-tahun menjalani fisioterapi intensif. Laporan medis juga mengindikasikan Schumacher tidak menderita Locked-in Syndrome (sebuah kondisi di mana seseorang sadar penuh namun tidak mampu bergerak atau berkomunikasi).
"Anda tidak bisa yakin apakah dia memahami segalanya karena dia tidak bisa memberitahu siapa pun. Perasaannya adalah dia memahami beberapa hal yang terjadi di sekitarnya, tetapi mungkin tidak semuanya," ungkap seorang sumber yang dekat dengan keluarga Schumacher, dikutip Daily Record, Kamis (28/1/2026).
Selama 12 tahun terakhir, sang istri, Corinna, bersama tim tenaga kesehatan profesional telah mendedikasikan waktu mereka untuk merawat sang legenda di rumah mewah mereka di Gland, Swiss, serta mansion di Las Brisas, Majorca.
Keluarga Schumacher dikenal sangat tertutup mengenai kondisi kesehatan sang juara dunia. Hanya lingkaran kecil yang terdiri dari keluarga, teman dekat seperti Ross Brawn, dan staf medis yang diizinkan untuk menjenguknya.
Ketatnya privasi ini sempat terancam pada tahun 2024 ketika keluarga tersebut menjadi sasaran pemerasan setelah seorang penjaga keamanan mencuri ratusan foto, video pribadi, dan catatan medis Schumacher.
Pelaku mengancam akan mengunggah data sensitif tersebut ke dark web jika tidak dibayar sebesar 15 juta Euro atau sekira Rp252 miliar. Beruntung, tiga pria yang terlibat dalam plot tersebut berhasil ditangkap dan telah dijatuhi hukuman pada Februari 2024.
Hingga kini, Schumacher tetap memegang rekor sebagai salah satu pembalap tersukses sepanjang sejarah bersama Lewis Hamilton, dan semangat kesembuhannya terus menjadi perhatian dunia otomotif internasional.
(Rivan Nasri Rachman)