INDONESIA langsung tancap gas di hari pertama ASEAN Para Games 2025 yang berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand pada Rabu (21/1/2026). Atlet balap sepeda Nurfendi menjadi atlet pertama Indonesia yang meraih medali emas di ASEAN Para Games 2025.
Ia menjadi yang terbaik di nomor men’s time trial B klasifikasi MB2 di Suranaree University of Technology. Ia meraih 41 menit 59,763 detik, mengungguli atlet sepeda Yokphanitchakit Surachai.
Pelatih tim para sepeda Indonesia, Erik Suprianto, semringah Nurfendi langsung unjuk gigi di hari pertama ASEAN Para Games 2025. Ia mengatakan apa yang dicapai Nurfendi telah melebihi target.
“Alhamdulillah hasil ini optimal kami raih, padahal tidak ditargetkan sebelumnya,” kata Erik Suprianto, Okezone mengutip dari Antara, Rabu (21/1/2026).
Tak hanya Nurfendi yang berjaya di cabang olahraga para balap sepeda. Vanza Mifthahul Jannah juga memenangkan medali emas. Ia berjaya di nomor women's time trial B klasifikasi WB2.
Vanza Mifthahul Jannah mencatatkan waktu 34 menit 55,16 detik. Atlet balap sepeda asal Malaysia, Nur Azlia Syafinah, menjadi pesaing terdekat dengan catatan waktu 35 menit 38,432 detik.
Hingga Rabu (21/1/2026) pukul 17.00 WIB, kontingen Indonesia menempati posisi dua klasemen sementara perolehan medali dengan 11 emas, 9 perak dan 5 perunggu.
Kontingen Indonesia yang berstatus juara bertahan hanya kalah dari tuan rumah Thailand yang telah mendulang 15 emas, 12 perak dan 6 perunggu. Turun di posisi tiga ada Vietnam dengan 8 emas, 5 emas dan 6 perunggu.

Melihat start positif impresif Indonesia, ada peluang kontingen Tanah Air keluar sebagai juara umum. Sekadar diketahui dalam tiga edisi terakhir ASEAN Para Games, Indonesia selalu finis di posisi teratas alias juara umum.
(Ramdani Bur)