SINAR kebintangan baru di sektor tunggal putri Indonesia kini resmi berpindah ke pundak Putri Kusuma Wardani. Atlet bulu tangkis berbakat yang akrab disapa Putri KW ini memulai kalender 2026 dengan catatan sejarah luar biasa.
Berdasarkan daftar peringkat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada pekan pertama Januari 2026, Putri sukses menembus posisi enam besar dunia, sekaligus melampaui posisi dua jagoan Thailand, Ratchanok Intanon dan Pornpawee Chochuwong.
Prestasi ini menjadi sangat monumental karena Putri kini menyandang status sebagai tunggal putri nomor satu di Indonesia. Ia berhasil menggeser seniornya, Gregoria Mariska Tunjung, yang kini menempati peringkat ke-14 dan tengah menjalani masa perlindungan peringkat akibat masalah kesehatan.
Bagi Putri, capaian ini adalah buah dari konsistensi dan daya juang tinggi yang ia tunjukkan sepanjang musim lalu, terutama setelah keberhasilannya mendulang medali di kejuaraan paling bergengsi di dunia.
Kenaikan peringkat yang signifikan ini tidak lepas dari performa impresif Putri di BWF World Championships 2025 di Paris, Prancis. Di ajang tersebut, ia tampil sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil membawa pulang medali.
Perjalanannya menuju medali perunggu dilalui dengan menumbangkan nama-nama besar, termasuk perjuangan dramatis selama 64 menit saat menyingkirkan bintang India, Pusarla V. Sindhu, di babak perempatfinal.
Meski akhirnya harus mengakui keunggulan Akane Yamaguchi di semifinal dalam pertarungan tiga gim, performa Putri mendapat apresiasi tinggi dari Kabid Binpres PBSI, Eng Hian. Putri dinilai telah berada pada fase di mana ia sudah sangat yakin dengan pola permainannya sendiri.
Keberhasilan memaksa Akane bermain hingga gim penentu menjadi bukti bahwa ketajaman teknik dan ketahanan fisiknya telah meningkat pesat dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya yang selalu berakhir dengan kekalahan dua gim langsung.
Berada di jajaran Top 10 dunia tidak lantas membuat pemain berusia 23 tahun ini cepat berpuas diri. Putri mengakui perjalanannya untuk bangkit dari titik terendah kariernya sangatlah emosional.
Dukungan dari orang tua dan tim pelatih menjadi faktor kunci yang membuatnya mampu bertahan ketika performanya sempat menurun di masa lalu. Kini, dengan status baru sebagai tumpuan utama tunggal putri Indonesia, Putri memiliki ambisi yang lebih besar untuk mengharumkan nama bangsa di panggung yang lebih luas.
Inspirasi terbesar Putri saat ini adalah mengikuti jejak Gregoria Mariska yang sukses meraih medali di Olimpiade Paris 2024. Putri KW secara terbuka menyatakan mimpinya untuk tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi juga naik ke podium pada Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang.
"Saya bermimpi ingin bermain di Olimpiade 2028 dan bisa naik podium," ungkap Putri KW.
(Rivan Nasri Rachman)