
Untungnya, Tan/Muralitharan mendapat pembelaan dari aktivis HAM Malaysia, Siti Kasim. Sembari menyebar tangkapan layar dari unggahan tersebut, ia mendesak agar masyarakat membenahi pola pikir.
“Kita harus melihat akar permasalahan dari pola pikir ini. Jika kita tidak mengatasi akar masalahnya, maka akar permasalahannya akan terus menular ke akar lainnya. Akhirnya seluruh pohon akan mati,” tulis Siti Kasim.
Tan/Muralitharan pun mendapat pembelaan dari masyarakat luas. Sebagian besar sepakat mereka tak perlu mematuhi aturan tersebut karena bukan seorang penganut agama Islam.
Itulah kisah pebulu tangkis Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, nyaris dicabut kewarganegaraannya karena pakai jersey tanpa lengan. Untung saja hal itu tidak terjadi.
(Wikanto Arungbudoyo)