KISAH pebulu tangkis Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan menarik untuk diulas. Sebab, kewarganegaraan mereka nyaris dicabut gara-gara pakai jersey tanpa lengan!
Tan/Muralitharan adalah ganda putri andalan Malaysia. Beragam gelar sudah diraih pasangan keturunan Tionghoa dan India ini.

Sejak berpasangan pada 2019, keduanya telah menyumbang empat gelar di BWF World Tour termasuk French Open 2022 Super 750. Terakhir, mereka merebut medali perak di BWF World Championships 2025.
Walau berprestasi, keduanya sempat dapat kritik tajam gara-gara pakaian. Tan/Muralitharan dinilai tidak menghormati nilai-nilai agama karena tampil dengan jersey tanpa lengan!
Kontroversi itu muncul di media sosial usai mereka tampil di Olimpiade Paris 2024. Tidak tanggung-tanggung, pengunggah konten tersebut meminta kewarganegaraan keduanya dicabut!
“Semoga Malaysia mewajibkan para pemain bulu tangkis negara kita untuk menutupi bagian tubuh mereka. Jika mereka menolak, mereka akan dicabut kewarganegaraannya karena menghina Islam,” bunyi unggahan itu.

Untungnya, Tan/Muralitharan mendapat pembelaan dari aktivis HAM Malaysia, Siti Kasim. Sembari menyebar tangkapan layar dari unggahan tersebut, ia mendesak agar masyarakat membenahi pola pikir.
“Kita harus melihat akar permasalahan dari pola pikir ini. Jika kita tidak mengatasi akar masalahnya, maka akar permasalahannya akan terus menular ke akar lainnya. Akhirnya seluruh pohon akan mati,” tulis Siti Kasim.
Tan/Muralitharan pun mendapat pembelaan dari masyarakat luas. Sebagian besar sepakat mereka tak perlu mematuhi aturan tersebut karena bukan seorang penganut agama Islam.
Itulah kisah pebulu tangkis Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, nyaris dicabut kewarganegaraannya karena pakai jersey tanpa lengan. Untung saja hal itu tidak terjadi.
(Wikanto Arungbudoyo)