Di gim kedua, Christiansen/Boje berusaha bangkit. Mereka pun bisa mengungguli Praveen/Melati di awal-awal set dengan skor 5-0.
Namun, keunggulan tersebut tak dapat dipertahankan. Setelah interval, susul-menyusul kedudukan tersaji, namun Praveen/Melati tetap lebih perkasa dengan menang 21-19.

Poin terakhir yang didapat Praveen/Melati terjadi karena kesalahan dari Christiansen. Niat melakukan defense dari smash yang dilakukan Praveen, shuttlecock yang dihalaunya malah terbentur di net.
Kondisi ini membuat Mathias Christiansen kesal bukan main. Dia bahkan sampai membanting raket dari tangan kanannya sambil berteriak keras. Suara raket dan teriakannya tersebut sampai terdengar satu stadium yang tanpa penonton itu.
Tak lama kemudian, Mathias Christiansen menunjukkan gestur meminta maaf. Ia pun tetap memberi salam baik kepada Praveen/Melati, meski merasa kecewa dengan kekalahan tersebut.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.