Lebih lanjut, Budi mengatakan sebetulnya bonus yang diberikan pemerintah Indonesia kepada para atlet justru termasuk besar jika dibandingkan dengan Jepang mau pun Korea. Semua kembali kepada si penerima bonus bagaimana mengelola uang tersebut.
"Kemudian pemerintah menyadari bahwa kalau kita sebenarnya bonus dari olimpiade ini Indonesia termasuk yang terbesar di-compare dengan Jepang dan Korea, tapi diberikannya langsung,” terang Budi.

“Sehingga orang yangg tidak bisa atau kurang pandai me-manage biasanya walau pun Rp3,5 miliar uangnya cepat habis, nah ketika uangnya habis, masa tuanya enggak kerja mereka susah hidup," pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)