Lebih lanjut, Alvin juga menghimbau kepada semua Pengprov PSI untuk segera memiliki venue di setiap daerah mereka sebagai sarana latihan. Sebab, olahraga ini dianggap terlalu eksklusif meski sudah lama berkembang di Indonesia karena hanya dimainkan di tempat dan kalanagan tertentu sehingga perlu lebih memasyarakat agar minat bermain dari masyarakat juga semakin meningkat dan itu akan memperlebar peluang untuk mencetak atlet-atlet baru.
"Kami ingin semua Pengprov yang belum punya venue untuk kami buatkan clear map nya (peta yang jelas) untuk segera punya venue selama satu tahun ke depan. Sejauh ini ada enam provinsi yang belum punya venue," jelas Alvin.
Dalam acara tersebut, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, memberi dukungan penuh kepada PB PSI untuk bisa meloloskan atletnya ke Olimpiade 2028. Dia pun menilai PB PSI punya waktu tiga tahun saja untuk menggembleng para atlet agar siap bersaing memperebutkan tiket menuju Los Angeles.
"Tiga tahun itu sudah masuk ke periode kualifikasi untuk ke Olimpiade LA 2028, sehingga selama tiga tahun ini harus memaksimalkan semua sumber daya supaya punya potensi lolos ke babak kualifikasi," ujar Okto -sapaan akrab Raja Sapta.
(Wikanto Arungbudoyo)