KISAH haru Francis Ngannou, dulu sempat rebutan makanan bareng tikus kini jadi petarung hebat MMA akan diulas Okezone. Sebab, perjuangan keras sang petarung sangat inspiratif.
Ngannou lahir dan besar di Batie, kota dengan populasi sekitar 10.000 jiwa di Kamerun, Afrika. Hidupnya di masa kecil sangatlah miskin. Bahkan, ia harus menempuh perjalanan hingga 2 jam ke sekolah dengan perut kosong.
Setelah cukup umur, Ngannou bermigrasi ke sisi utara Maroko, tempat yang 2.000 mil jauhnya dari tempat tinggalnya. Hal itu dilakukan demi bisa menuju ke Paris agar dapat menjadi petinju.
Sebagai orang miskin yang tidak memiliki perbekalan memadai, Ngannou kerap kali mencari makanan sisa di tempat sampah. Tak jarang, ia harus berkelahi dengan kawanan tikus hanya untuk makanan basi di tong sampah.
"Anda harus pergi ke pasar pada malam hari untuk mencari makanan di tempat sampah,” kata Ngannou pada Joe Rogan dilansir dari The Sun, Jumat (8/3/2024).
"Terkadang Anda berkelahi dengan tikus di tempat sampah - 'Menjauhlah dari tomat ini, ini milik saya, tomat busuk ini milik saya, bukan milik Anda,'" sambung pria berusia 37 tahun itu.
Butuh satu tahun untuk Ngannou mencapai Maroko. Ia kemudian lanjut menjadi imigran ilegal ke Eropa melalui Spanyol yang berujung dengan ditangkap dan dipenjara.
Setelah dua bulan mendekam dalam bui, Ngannou dibebaskan dan melanjutkan perjalanannya hingga sampai di Paris. Ia menghabiskan berbulan-bulan dengan tinggal di jalanan.