"Tuduhan tidak masuk akal muncul entah dari mana. Itu adalah serangan pribadi yang melanggar garis merah," ungkap Wolff, dikutip dari Crash, Sabtu (16/12/2023).
Pria berusia 51 tahun itu juga curhat kasus ini membuatnya tak bisa diam tak peduli. Meski sudah berpengalaman 10 tahun sebagai kepala tim F1 dan kebal akan isu negatif yang berseliweran terhadapnya, Wolff mengaku kali ini kasus yang sangat serius.

"Setelah sepuluh tahun menjadi bos tim, saya sudah cukup tegar dan hampir tidak bisa terkejut lagi, tapi cerita ini sangat mengejutkan," tegas Wolff.
"Jika saya terjebak dalam baku tembak, tidak masalah bagi saya sama sekali. Saya telah mengembangkan kulit yang tebal dan dapat mengatasinya.Tetapi ketika Anda menyerang keluarga saya, levelnya berbeda," tandasnya.
(Ramdani Bur)