BERIKUT lima alasan Marc Marquez tak akan juara dunia MotoGP 2024. The Baby Alien harus bekerja keras jika ingin menjadi juara dunia untuk ketujuh kalinya di MotoGP pada tahun depan.
Kehebohan muncul ketika Marquez membesut motor Ducati Desmosedici GP23 di Sirkuit Ricardo Tormo, Cheste, pada tes yang berlangsung Selasa 28 November 2023. Pasalnya, pembalap anyar tim Gresini Racing itu tampil impresif.

Ujar-ujar tentang Marquez bakal juara dunia MotoGP 2024 pun mengemuka. Lalu, benarkah demikian? Berikut lima alasan pembalap asal Spanyol itu tidak akan jadi juara dunia musim depan.
5. Adaptasi

Marquez tentu butuh adaptasi dengan tim barunya. Hal itu tidak bisa dilakukan dalam waktu yang sebentar. Dia juga baru beberapa jam saja menunggangi motor Ducati Desmosedici GP23.
Memang, Marquez terlihat langsung bisa menunjukkan skill balapnya. Akan tetapi, masih belum banyak kilometer dan putaran yang ditempuhnya.
4. Kepala Kru Baru

Masih berkaitan dengan adaptasi, Marquez akan mendapat kepala kru baru yakni Frankie Carchedi. Belum tentu pria asal Inggris itu bisa mengakomodasi keinginan sang pembalap.
Menariknya, Carchedi adalah kepala kru Joan Mir ketika menjadi juara dunia MotoGP 2020. Namun, Marquez selama ini hanya berkolaborasi dengan satu orang yakni Santi Hernandez di Repsol Honda pada 2013-2022. Butuh waktu bagi keduanya untuk klik.
3. Francesco Bagnaia
Dua kali juara dunia secara beruntun tentu akan meningkatkan kepercayaan diri seorang Bagnaia. Pembalap asal Italia itu sudah terbukti memiliki mental yang apik di tengah tekanan untuk menjadi juara dunia.
Bagnaia bahkan bisa mengelola tekanan itu untuk menjadi keuntungan. Dengan mental yang makin terbentuk plus dukungan penuh Ducati, Pecco masih jadi kandidat terkuat juara dunia MotoGP 2024.
2. Desmosedici GP23

Kendati akan membesut motor Ducati, Marquez dibekali barang lama atau yang dipakai pada edisi tahun ini. Versi yang lebih tua tentu akan sulit bersaing dengan Desmosedici GP24 yang akan dibesut Bagnaia, Enea Bastianini, Jorge Martin, dan Franco Morbidelli.
Memenangi balapan masih mungkin dilakukan Marquez. Namun, untuk bersaing selama semusim penuh, tampaknya akan sulit terjadi.
1. Kutukan Tim Satelit

Sejak 2002 atau era MotoGP, tidak ada pembalap tim satelit yang mampu menjadi juara dunia. Jorge Martin (2023), Sete Gibernau (2003-2004), Marco Melandri (2005), dan Franco Morbidelli (2020), hanya maksimal bisa meraih runner-up.
Pembalap tim satelit terakhir yang sukses menjadi juara dunia adalah Valentino Rossi pada 2001 bersama Nastro Azzurro Honda. Itu belum era MotoGP alias nama kejuaraan masih disebut sebagai GP500.
Patut dinanti apakah Marquez bisa mematahkan kutukan tim satelit itu atau tidak. Tentu, tim-tim pabrikan tidak mau gengsinya dikalahkan oleh pembalap dari tim satelit (independen/customer) seperti Gresini.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.