Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melihat Momen Tarian Kaki Legenda Indonesia Susy Susanti di Final Piala Uber 1996 yang Belum Ada Saingannya

Nanda Aria , Jurnalis-Jum'at, 07 Juli 2023 |18:41 WIB
Melihat Momen Tarian Kaki Legenda Indonesia Susy Susanti di Final Piala Uber 1996 yang Belum Ada Saingannya
Susy Susanti memiliki tarian yang belum dimiliki tunggal putri nasional lainnya/Foto: Reuters
A
A
A

LEGENDA bulu tangkis putri Indonesia, Susy Susanti, memiliki gerakan kaki yang lincah bak orang menari. Tarian kaki Susy Susanti itu ditampilkannya di ajang Piala Uber 1996.

Momen Susy Susanti menari dengan kaki-kakinya yang lincah itu muncul kembali setelah akun Catatan Harian Olahraga mengunggahnya di YouTube. Kala itu, Susy Susanti menghadapi wakil China Ye Zhaoying di final Uber Cup 1996.

susy susanti

Pertandingan kala itu berjalan sengit. Mereka memang dikenal sebagai musuh bebuyutan dan kerap bertemu di berbagai turnamen.

Pada babak pertama, Susy Susanti dipaksa mengakui keunggulan Ye Zhaoying dengan skor 4-11. Namun, di dua set selanjutnya Susy berhasil comeback dengan skor telak 5-11 mengalahkan Ye Zhaoying, yang saat itu menduduki ranking nomor satu dunia.

Dengan hasil itu, istri Alan Budikusuma tersebut turut berkontribusi menyumbang kemenangan bagi tim Uber Indonesia yang unggul 4-1 atas China. Indonesia pun berhasil keluar sebagai juara.

Namun, yang menarik perhatian setelah lebih dari dua dekade usai momen bersejarah itu adalah kelincahan Susy Susanti di lapangan. Meski mendapatkan perlawanan sengit dari Ye Zhaoying, ia tetap dapat dengan ringan membalikkan berbagai smash ataupun backhand yang diberikan Ye.

Susy tampak berlompat-lompat kecil dengan kaki-kakinya yang kokoh sembari fokus menanti serangan Ye.

 zhaoying

Aksi Susy ini agaknya belum dimiliki lagi oleh srikandi bulu tangkis nasional, terutama di tunggal putri. Selepas Susy, Indonesia sempat memiliki tunggal putri yang apik seperti Gregoria Mariska, Putri Kusuma Wardani, hingga Fitriani. Namun, belum ada yang menyamai prestasi Susy Susanti.

Gregoria Mariska, misalnya, meski menduduki posisi 1 tunggal putri nasional, posisinya di dunia hanya di ranking 23. Sedangkan Putri Kusuma Wardani nangkring di posisi 41 dunia. Fitriani malah di ranking 45 BWF.

(Nanda Aria)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement