JAKARTA - Petenis asal Indonesia, Aldila Sutjiadi dan rekannya asal Jepang, Miyu Kato tengah menjadi sorotan usai didiskualifikasi dari French Open 2023. Pasalnya mereka didiskualifikasi gara-gara hal sepele, yakni bola yang dipukul Kato mengenai ball girl di pinggir lapangan.
Melihat hukuman tersebut, Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) ikut dibuat geram. Sekretaris Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional PP Pelti, Ghofar Ismail, merasa hukuman diskualifikasi dan gugurnya poin serta hadiah (prize money) kepada Aldila/Kato terlalu berat.
"Menurut saya, itu hukumannya terlalu berlebihan. Itu, kan, tidak sengaja memukul bola mati dan itu maksud Kato memukul bola untuk ditangkap oleh ball girl, tetapi ball girl tidak siap," ucap Ghofar saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (7/6/2023).
"Jadi, kalau menurut saya itu bukan suatu pukulan bola yang sengaja untuk membuat celaka atau cedera orang dan itu murni kecelakaan yang bisa terjadi dimanapun," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, langkah Aldila yang mengikuti French Open 2023 sektor ganda putri bersama petenis Jepang, Miyu Kato, harus terhenti di babak ketiga. Laga yang digelar Minggu 4 Juni 2023 di Roland Garros, Paris, Prancis, itu berakhir lebih cepat setelah Aldila/Kato didiskualifikasi karena bola yang dipukul Kato secara tidak sengaja mengenai ball girl.