FEDERASI Bulu Tangkis Dunia (BWF) disebut tetapkan denda untuk pemain top yang absen di turnamen level atas. Akankah hal tersebut membuat pebulu tangkis Indonesia turut mendapat sanksi denda dari BWF?
Kabar BWF bakal menetapkan denda ini disampaikan oleh Ketua Bindang Hubungan Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto. Dalam cuitannya di Twitter, dia menyampaikan sikap tegas BWF yang akan memberi sanksi berupa denda kepada pemain top committed jika absen di turnamen level atas, yakni Super 750 dan 1000.

BWF sendiri memang sudah menetapkan pemain yang masuk top committed players atau pemain berkomitmen teratas. Hal itu ditetapkan pada 22 November 2022.
Top committed players mencakup pemain tunggal putra dan putri di ranking 15 teratas. Lalu, ada juga pemain ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran yang berada di ranking 10 teratas.
Para pemain dalam kategori top committed players ini pun wajib mengikuti tiga turnamen bulu tangkis level tertinggi. Turnamen itu mencakup BWF World Tour Finals (jika memenuhi kualifikasi), lalu ada 4 turnamen berlevel Super 1000, 6 turnamen berlevel Super 750, dan 2 dari sembilan turnamen Super 500.
BWF pun disebut menetapkan denda dalam nominal cukup besar untuk top committed players yang tak ambil bagian di ajang level teratas itu. Dendanya mencapai USD5.000 atau sekira Rp73,9 juta.
“BWF tidak main-main, pemain yang masuk top committed tapi tidak main di S750/1000, denda 5.000 dollar AS,” tulis Bambang Roediyanto.