BADUNG – Dalam acara Sportel Rendez-vouz Bali, Direktur Pelaksana PT. MNC OTT NETWORK (Vision+), Clarissa Tanoesoedibjo, mendapatkan kesempatan untuk ikut berdiskusi membahas OTT Streaming and FAST Channels. Acara yang digelar di grand ballroom Grand Hyatt Nusa Dua, Badung, Bali, pada Jumat (24/2/2023) itu, Clarissa pun membahas terkait adanya potensi pendistribusian berbagai konten, termasuk olahraga hingga keluar Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, hal utama yang dibahas adalah mengenai tren Free Ad-Supported Streaming TV (FAST TV) atau TV streaming yang didukung iklan gratis. Dalam bahasan tersebut, ikut juga dibahas bagaimana model itu menguntungkan pemilik dan penyiar konten olahraga.
FAST channels diyakini dapat menjadi strategi untuk bermitra. Namun, tentunya semua bergantung pada tren pasar.
Saat ini, tak dapat dipungkiri distribusi konten OTT terus berkembang dan saluran FAST TV menawarkan peluang baru bagi industri olahraga untuk menjangkau penggemar dan menghadirkan konten yang menarik dengan jenis pengalaman linear melalui streaming OTT. Diskusi mengulas seberapa menarik FAST bagi penggemar di Asia dan wilayah mana saja yang potensial untuk bisnis ini.

“Sportel Rendez-vous Bali menjadi kesempatan sempurna bagi kami untuk berbagi dengan komunitas olahraga internasional, membuka banyak peluang di sektor OTT dan streaming di Indonesia, sebagaimana kiprah Vision+ milik MNC dalam pengembangan ekosistem media,” kata Clarissa Tanoesoedibjo, Jumat (24/2/2023).
Clarissa pun mengonfirmasi potensi fast channel sangat besar. Sayangnya sejauh ini, Indonesia belum ada adopsi fast channel, padahal di luar negeri sudah banyak sekali yang menggunakan fast channel sebagai metode menonton dan mengonsumsi konten.
"Jadi memang untuk local player, sport channel, kalau yang di dunia sport atau dunia drama whoever is the content provider is able to monetize and export their content di luar negeri," sambung Clarissa.
"Potensinya kita bisa mendistribusi konten hingga luar Indonesia. Tapi juga bisa dimonetize melalui OTT, tapi juga melalui profesion tidak hanya melalui video on demand,” tambahnya.
Apa yang dikatakan Clarissa memang sudah benar. Sebab, Sportel Rendez-vouz Bali menjadi peluang bagi para pelaku industri olahraga dan penyiaran dunia untuk bertemu dan menjajaki peluang kerja sama.
Selain diskusi panel, digelar pula pameran para produser konten olahraga serta pertemuan antarpara pemilik konten olahraga dunia dengan para operator televisi di Benua Asia.
Dalam acara tersebut juga hadir eksekutif lain sebagai pembicara, yakni Direktur Operasi APAC Origins Digital François Dazemar, CEO Ottera Inc. Stephen Hodge, General Manager Shanghai Metax Software Ryan Chi, dan VP Channels sekaligus pendiri SOFAST Sandrine Durand sebagai moderator.

Direktur Program dan Akuisisi RCTI, Dini Putri, pun turut hadir. Ia tepatnya menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Culture and Diversity Shifting The Direction of Sports Media in Asia”.
Dini hadir bersama pendiri sekaligus Direktur Pelaksana Reddentes Sports (REDD+E) Mark Chew, Direktur Eksekutif Media dan Pengembangan Bisnis Sportfive Asia, Karen Lay, dengan moderator Chief Revenue Officer (CRO) Magnifi, Meghna Krishna.
Acara yang dilaksanakan pada 23-24 Februari 2023 ini diikuti industri olahraga internasional dari 180 perusahaan yang mewakili 31 negara.
Sebanyak 55 peserta dari pasar Asia Pasifik. Acara ini menjadi peluang besar bagi komunitas portal Eropa dan Amerika untuk menjalin hubungan dan kerja sama yang baik dengan para pemimpin bisnis olahraga dari Indonesia, Asia, dan Oceania.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.