Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Clarissa Tanoesoedibjo Jadi Pembicara di Sportel Rendez-vouz Bali, Bahas Potensi Distribusi Konten Olahraga hingga Keluar Indonesia

Miftachul Chusna , Jurnalis-Jum'at, 24 Februari 2023 |20:56 WIB
Clarissa Tanoesoedibjo Jadi Pembicara di Sportel Rendez-vouz Bali, Bahas Potensi Distribusi Konten Olahraga hingga Keluar Indonesia
Direktu Pelaksana PT MNC OTT Network (Vision+), Clarissa Tanoesoedibjo jadi pembicara di Sportel Renzdez-vous Bali. (Foto: Miftahul Chusna/MPI)
A
A
A

BADUNG – Dalam acara Sportel Rendez-vouz Bali, Direktur Pelaksana PT. MNC OTT NETWORK (Vision+), Clarissa Tanoesoedibjo, mendapatkan kesempatan untuk ikut berdiskusi membahas OTT Streaming and FAST Channels. Acara yang digelar di grand ballroom Grand Hyatt Nusa Dua, Badung, Bali, pada Jumat (24/2/2023) itu, Clarissa pun membahas terkait adanya potensi pendistribusian berbagai konten, termasuk olahraga hingga keluar Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, hal utama yang dibahas adalah mengenai tren Free Ad-Supported Streaming TV (FAST TV) atau TV streaming yang didukung iklan gratis. Dalam bahasan tersebut, ikut juga dibahas bagaimana model itu menguntungkan pemilik dan penyiar konten olahraga.

FAST channels diyakini dapat menjadi strategi untuk bermitra. Namun, tentunya semua bergantung pada tren pasar.

Saat ini, tak dapat dipungkiri distribusi konten OTT terus berkembang dan saluran FAST TV menawarkan peluang baru bagi industri olahraga untuk menjangkau penggemar dan menghadirkan konten yang menarik dengan jenis pengalaman linear melalui streaming OTT. Diskusi mengulas seberapa menarik FAST bagi penggemar di Asia dan wilayah mana saja yang potensial untuk bisnis ini.

Clarissa Tanoesoedibjo jadi pembicara di Sportel Rendez-vouz Bali

“Sportel Rendez-vous Bali menjadi kesempatan sempurna bagi kami untuk berbagi dengan komunitas olahraga internasional, membuka banyak peluang di sektor OTT dan streaming di Indonesia, sebagaimana kiprah Vision+ milik MNC dalam pengembangan ekosistem media,” kata Clarissa Tanoesoedibjo, Jumat (24/2/2023).

Clarissa pun mengonfirmasi potensi fast channel sangat besar. Sayangnya sejauh ini, Indonesia belum ada adopsi fast channel, padahal di luar negeri sudah banyak sekali yang menggunakan fast channel sebagai metode menonton dan mengonsumsi konten.

"Jadi memang untuk local player, sport channel, kalau yang di dunia sport atau dunia drama whoever is the content provider is able to monetize and export their content di luar negeri," sambung Clarissa.

"Potensinya kita bisa mendistribusi konten hingga luar Indonesia. Tapi juga bisa dimonetize melalui OTT, tapi juga melalui profesion tidak hanya melalui video on demand,” tambahnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement