Share

3 Alasan Terbesar Mengapa Motor MotoGP Sulit Dijadikan Hak Milik Pribadi Pembalap, Nomor 1 Menjaga Rahasia Perusahaan

Hakiki Tertiari , Jurnalis · Selasa 29 November 2022 06:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 38 2716719 3-alasan-terbesar-mengapa-motor-motogp-sulit-dijadikan-hak-milik-pribadi-pembalap-nomor-1-menjaga-rahasia-perusahaan-y6jEKI5QNb.jpg Berikut 3 alasan terbesar mengapa MotoGP sulit dijadikan hak milik pribadi pembalap (Foto: MotoGP)

ADA 3 alasan terbesar mengapa motor MotoGP sulit dijadikan hak milik pribadi pembalap. Salah satu di antaranya mengenai rahasia perusahaan yang tak boleh bocor ke publik.

Sebagaimana diketahui, motor MotoGP merupakan motor khusus yang dibuat sebuah pabrikan otomotif untuk balapan di lintasan MotoGP. Jadi, motor yang dibuat perusahaan otomotif itu tak serta merta bisa dilepas ke publik, untuk digunakan di jalanan biasa.

Bahkan, pembalap dari tim pabrikan di MotoGP saja sulit untuk memiliki motor MotoGP tersebut. Padahal, seorang pembalap MotoGP sudah mengenal seluk beluk dari motor tersebut. Lantas, sebenarnya apa alasan motor MotoGP sulit dijadikan hak milik pribadi pembalap?

Berikut 3 alasan terbesar mengapa motor MotoGP sulit dijadikan hak milik pribadi pembalap.

3. Motor Rakitan Khusus

MotoGP

Alasan terbesar mengapa motor MotoGP sulit dijadikan hak milik pribadi pembalap adalah motor tersebut dirakit khusus untuk balapan di lintasan. Motor yang dibuat tiap musim MotoGP bergulir pun pasti mengalami perubahan, meski tak siginfikan.

Soal perubahan dari motor, hal itulah yang disebut dengan rakitan khusus. Meskipun si pembalap sudah tahu karakteristik motor, tetap saja mereka sulit mendapatkan hak milik motor tersebut.

Selain dirakit khusus, motor MotoGP juga didesain sedemikian rupa agar tidak dicontek oleh tim MotoGP lain. Sebab demikian, pembalap harus bisa jaga rahasia mengenai itu.

Follow Berita Okezone di Google News

2. Motor Prototipe dari Sebuah Pabrikan

MotoGP

Di MotoGP ada sejumlah pabrikan otomotif yang membuat motor khusus MotoGP. Sebut saja seperti Yamaha, Honda, Apriia, Ducati, maupun KTM.

Setiap pabrikan punya formula khusus untuk mengembangkan motor MotoGP milik mereka. Oleh karena itu, motor tersebut dikenal juga sebagai prototipe dari sebuah pabrikan. Tujuannya pun jelas, dengan mengembangkan teknologi dari motor, sebuah pabrikan tentu mengincar juara dunia agar makin dikenal oleh masyarakat.

1. Menjaga Rahasia Perusahaan

Fabio Quartararo

Kemudian, alasan terbesar mengapa motor MotoGP sulit dijadikan hak milik pribadi pembalap adalah soal rahasia perusahaan. Seperti yang sudah disinggung di poin sebelumnya, tiap motor punya pengembangannya masing-masing.

Setiap pengembangan, pasti ada perubahan di dalamnya. Tiap kali ada perubahan teknologi, tentu itu merupakan rahasia dari sebuah pabrikan otomotifi di MotoGP.

Sebab demikian, pembalap tak bisa serta memiliki motor yang sudah dikembangkan. Hal itu dengan tujuan menjaga rahasia perusahaan agar tak diconetk pabrikan lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini