“Tapi, begitu saya melewati garis finis, saya seperti ‘oke, itu balapan yang luar biasa, poin bagus lagi, tapi belum juara dunia’,” sambungnya.
"Ketika saya melakukan wawancara setelah balapan, tiba-tiba mekanik saya mulai bersorak, dan saya seperti, apa yang terjadi?” jelasnya.
“Kemudian, saya menyadari Checo berada di urutan kedua, bukan Charles, tetapi saya masih tidak tahu apakah itu poin penuh atau setengah poin atau apa pun, atau 75 persen poin, saya tidak tahu bagaimana memutuskannya,” imbuh Verstappen.
"Kemudian, Anda membaca aturannya, dan Tom (Wood, delegasi media FIA) datang kepada saya dan dia berkata bahwa saya adalah juara dunia. Jadi, kami merayakannya! Dan kemudian orang-orang mengatakan tidak, Anda masih kehilangan kesempatan (untuk juara),” cerita Verstappen.
"Saya seperti, itu agak aneh. Tapi akhirnya, kami punya cukup poin, jadi kami juara dunia lagi! Sejujurnya, saya tidak keberatan itu sedikit membingungkan," jelasnya.
Lebih lanjut, pembalap kelahiran Belgia itu menilai kejadian yang berlangsung setelah balapan di Suzuka itu adalah sesuatu yang lucu. Sebab, setelah melewati sejumlah insiden dan drama, pada akhirnya, dia tetap bisa merengkuh gelar juara F1 2022.
“Saya merasa itu sebenarnya cukup lucu, karena pada akhirnya, itu tidak akan mengubah hasilnya,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.