Share

Achmad Jufriyanto Sebut Orangtua Akan Larang Anaknya Pergi ke Stadion Imbas Tragedi Kanjuruhan

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 43 2681736 achmad-jufriyanto-sebut-orang-tua-akan-larang-anaknya-pergi-ke-stadion-imbas-tragedi-kanjuruhan-mewRVpreMx.jpg Achmad Jufriyanto sebutkan dampar negatif dari tragedi di Stadion Kanjuruhan (Foto: Instagram/@achmad16jufriyanto)

ACHMAD Jufriyanto sebut orang tua akan larang anaknya pergi ke stadion imbas tragedi Kanjuruhan akan diulas pada artikel ini. Bek Persib Bandung, Achmad Jufriyanto mengatakan dampak buruk dari insiden mencekam yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Bahkan, menurut pemain yang kerap disapa Jupe itu berpendapat simpati masyarakat di Indonesia saat ini akan semakin menurun terhadap sepak bola. Achmad Jufriyanto juga mengungkapkan anak-anak tidak akan diberikan izin oleh orang tuanya untuk pergi ke stadion.

Insiden berdarah itu terjadi selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang pada pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 Sabtu 1 Oktober 2022 malam. Laga yang berujung pada kekalahan tim tuan rumah dengan skor 2-3 membuat Aremania merangsek ke dalam lapangan.

Aparat keamanan yang bertugas langsung melakukan pengamanan kepada para Aremania itu. Namun, mereka tidak melakukan dengan cara yang indah. Aparat Keamanan justru memilih untuk melepaskan gas air mata ke arah tribun penonton, yang mana notabenenya mereka sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan penonton yang merangsek ke dalam lapangan.

BACA JUGA:Profil Jonathan Bauman, Mantan Penyerang Persib Bandung yang Bawa Independiente del Valle Juara Copa Sudamericana 2022

Penonton yang berada di tribun pun panik, sesak napas, sampai terinjak-injak karena berusaha untuk keluar dari stadion. Namun sayang, banyak nyawa yang tak terselamatkan karena kejadian tersebut. Diketahui, sebanyak 125 orang harus kehilangan nyawanya. Malam itu, sekaligus menjadi hari kelam untuk dunia sepak bola Indonesia.

Menurut Jupe, Tragedi Kanjuruhan akan berdampak buruk kepada stereotip yang berkembang di tengah masyarakat. Jika sebelumnya penilaian orang tua kepada anaknya tidak boleh menjadi pesepakbola karena banyak ributnya, kini menjadi suporter bola pun akan dilarang.

Stadion akan menjadi tidak ramah lagi bagi keluarga, anak-anak, dan perempuan. Sepakbola dicap sebagai biang kegaduhan, keributan, sampai bisa membuat nyawa melayang. Seperti itulah gambaran dari seorang kapten Persib Bandung, Jupe.

Achmad Jufriyanto

“Itu yang jadi pemahaman dengan adanya kejadian ini pada akhirnya simpati masyarakat ke sepakbola semakin menurun,” kata Jupe, dikutip dari Simamaung, Kamis (6/10/2022).

“Tadinya sebelumnya orang pikir jangan jadi pemain bola banyak berantemnya, sekarang jangankan jadi pemain, mungkin orang tua anaknya mau nonton bola saja enggak dikasih,” ungkapnya.

Sementara itu, Jupe juga berharap Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) bisa mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan. Dirinya juga menegaskan bahwa kompetisi benar-benar harus dibenahi agar kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi.

“Ya, sekarang bagaimana kinerja tim investigasi bekerja harus sebaik mungkin dan kompetisi harus dibenahi,” pungkas Jupe.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini