Share

Pembalap MotoGP Sebut Gravel Sirkuit Mandalika Tajam bak Pisau, Konstruktor Tegaskan Sudah Sesuai Standar

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Rabu 16 Februari 2022 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 38 2548426 pembalap-motogp-sebut-gravel-sirkuit-mandalika-tajam-bak-pisau-konstruktor-tegaskan-sudah-sesuai-standar-eCG3g3M7qA.jpg Sirkuit Mandalika kala menggelar balapan tes pramusim MotoGP. (Foto: MotoGP)

LOMBOK – Kondisi Sirkuit Mandalika jadi sorotan selama tes pramusim MotoGP 2022, utamanya gravel atau zona kerikil di pinggir lintasan karena dianggap tajam seperti pisau. Mendapati kritikan ini, pihak konstruktor Sirkuit Mandalika pun memberi respons.

Ya, kerikil gravel di Sirkuit Mandalika sempat dinilai para pembalap sangat tajam menyerupai pisau. Namun, PT PP selaku konstruktor mengklarifikasi bahwa spesifikasi gravel yang terpasang sudah memenuhi standar.

Jorge Martin

Seperti diketahui, terdapat beberapa keluhan di antara para pembalap saat mentas di tes pramusim di Sirkuit Mandalika pada 11-13 Februari 2022. Umumnya, mereka mengeluhkan masalah lintasan yang kotor.

BACA JUGA: Banyak Dikritik Pembalap hingga Media Asing, Sirkuit Mandalika Justru Disanjung Operator MotoGP

Tak sampai di sana, gravel dari lintasan juga dikomentari beberapa pembalap yang mengalami crash di tes kali ini. Salah satunya adalah pembalap tim Pramac Ducati, Jorge Martin.

BACA JUGA: Bukan Seluruhnya, Pengaspalan Ulang Sirkuit Mandalika Hanya Dilakukan di 17,5 Persen Lintasan

Martin bahkan merasa, gravel di Sirkuit Mandalika sangat menyakiti dirinya. Dia menilai kerikil yang tersebar di sana setajam pisau. Martin menilai seharusnya kerikil bisa lebih kecil dari yang ada.

Namun, apa yang disebutkan Martin ditepis Direktur Utama PT PP, Novel Arsyad. Menurutnya, baik gravel yang ada di lintasan maupun bagian pinggir, sudah memenuhi standar internasional yang dinilai oleh Dorna secara langsung.

“Gravel yang terkait untuk pengaspalan kita semua sudah berdasarkan spesifikasi yang ada,” ucap Novel dalam konferensi virtual pada Rabu (16/2/2022).

“Satu lagi, gravel yang untuk di pinggir lintasan yang kalau ada pembalap yang sampai tergelincir jatuh, itu juga dengan gravel yang terbaik. Kemarin paling tidak sudah terbukti dengan mereka kondisi gravel-gravelnya mengcover dengan baik. Ini satu kelebihan yang kita lakukan bersama,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, dia mewajarkan bila ada kekurangan di sejumlah titik. Termasuk gravel yang ada, ini merupakan terusan dari ajang World Superbike (WSBK) yang memiliki power tertentu.

Jorge Martin

Sementara itu, ajang MotoGP yang lebih besar lagi memiliki tingkat power berbeda. Sebab itu, MGPA mempercayakan PT PP untuk melakukan sejumlah perbaikan.

“Ini adalah trek yang baru selesai baru satu kali dipakai WSBK yg powernya beda dari power MotoGP, bukan hanya di Indonesia memiliki kekurangan di seuumlah titik trek di luar juga sama,” ucap Priandhi.

“Dari trek yang ada, ada satu bagian yang tidak cocok dengan power itu. Inilah yang tadinya diminta sebagian-sebaguan dibenarkan FUM dan Dorna, tapi keputusannya kita lakukan lebih jauh lagi tidak sepotong-sepotong, kita kupas ulang seluruhnya,” lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini