Share

Usai Bebas dari Sanksi WADA, LADI Harus Bekerja Lebih Baik Lagi

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 43 2538287 usai-bebas-dari-sanksi-wada-ladi-harus-bekerja-lebih-baik-lagi-fMCGfRvNqV.jpeg LADI diharapkan bisa menjadi lebih baik usai terbebas dari sanksi WADA (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) segera dicabut pada Februari mendatang. Alhasil, bendera Merah Putih dapat kembali berkibar di setiap ajang olahraga internasional.

Namun, setelah masalah dengan WADA usai, itu tidak berarti tugas LADI juga selesai. LADI memiliki banyak tantangan di masa depan agar sanksi serupa tidak kembali diterima.

Mustafa Fauzi dan Raja Sapta Oktohari (Foto: Istimewa)

Pengamat olahraga Abdul Sukur gembira karena Merah Putih bisa segera berkibar lagi. Lelaki, yang menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, mengapresiasi kinerja Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA bentukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang telah membuka pintuk komunikasi ke pihak terkait serta mendorong LADI dalam menyelesaikan kewajibannya.

“Kerja Gugus Tugas ini luar biasa karena sanksi LADI yang seharusnya berlaku satu tahun hingga 7 Oktober 2022 bisa di-review dalam waktu empat bulan. Tentu itu tidak lepas dari diplomasi Gugus Tugas yang dipimpin Ketua NOC Indonesia Pak Raja Sapta Oktohari dan kerja keras LADI dalam memenuhi kekurangan yang diminta WADA serta dukungan penuh Kemenpora,” kata Abdul, Rabu (26/1/2022).

Pekan lalu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, ex-officio Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari,melaporkan kepada Menpora Zainudin Amali, bahwa Merah Putih dapat berkibar lagi pada Februari.

Kabar tersebut diperkuat dengan keterangan resmi WADA pada 17 Januari lalu. Badan Anti-Doping Dunia yang berpusat di Kanada ini menginformasikan dua National Anti-Doping Organization (NADO) tengah dalam proses pemulihan, yakni Thailand dan Indonesia.

Abdul berharap sanksi kali ini bisa menjadi peringatan bagi Indonesia untuk mengedapankan fungsi LADI yang sesungguhnya. Akan tetapi, untuk sampai pada posisi tersebut perlu pengawasan internal yang dapat dilakukan oleh Gugus Tugas.

Apalagi, Okto sebagai Ketua Gugus Tugas selalu menekankan di depan WADA, bahwa pemerintah Indonesia serius menjadikan LADI sebagai lembaga profesional, independen, dan modern.

Raja Sapta Oktohari (Foto: NOC Indonesia)

“Semoga sanksi LADI kali ini menjadi yg terakhir diterima Indonesia. Ke depan, LADI harus independen, profesional, dan modern karena ini aspek penting dalam mendukung olahraga prestasi Indonesia,” ujar Abdul yang juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan II UNJ.

“Agar hal ini tidak terulang kembali di masa depan, saya rasa perlu ada tim pengawas dan pendampingan yang mungkin bisa dibentuk Kemenpora sampai memastikan LADI bisa bekerja dengan memenuhi standar WADA.”

LADI punya banyak tantangan di depan mata. Akan tetapi, dengan bantuan dari pihak-pihak terbaik, LADI diharapkan bisa berkerja lebih baik daripada sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini