Share

Bendera Merah Putih Bisa Berkibar Lagi, Peraih Medali Perak Olimpiade Tokyo 2020 Ini Salut kepada Ketua NOC Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 22:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 43 2535981 bendera-merah-putih-bisa-berkibar-lagi-peraih-medali-perak-olimpiade-tokyo-2020-ini-salut-kepada-ketua-noc-indonesia-9eOCFyE7gO.jpeg Lifter Eko Yuli Irawan puji Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (Foto Istimewa)

JAKARTA - Bendera Indonesia bisa berkibar lagi per Februari mendatang karena masalah dengan Badan Anti Doping Dunia (WADA) telah selesai. Lifter Eko Yuli Irawan pun mengapresiasi kinerja Ketua Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi Badan Anti Doping Dunia (WADA), yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari.

Peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 itu berterima kasih kepada Okto -sapaan Raja Sapta. Sebab, berkibarnya bendera Merah Putih bagi atlet sangat penting.

Eko Yuli Irawan (Foto: Reuters)

"Kepuasan atlet itu tatkala menjadi juara dan naik di atas podium menyanyikan lagu Indonesia Raya sembari melihat bendera Merah Putih bisa berkibar. Saya salut dan berterima kasih kepada Pak Okto dan tim yang sudah sukses mengusahakan bendera Merah Putih kembali berkibar," kata Eko Yuli, Jumat (21/1/2022).

Di bawah pimpinan Okto, Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) telah bergerak optimal. Selain mendesak Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) untuk segera menyelesaikan pending matters yang diminta WADA, Okto menjemput bola untuk membuka pintuk komunikasi ke WADA.

BACA JUGA: Optimistis, Ketua KOI Yakin Sanksi WADA Dicabut pada Awal 2022

Berkat diplomasi tersebut, bendera Merah Putih bisa lebih cepat berkibar dari sanksi yang seharusnya baru berakhir pada 7 Oktober 2022. Pekan lalu, Okto mendapat pesan singkat langsung dari Sekretaris Jenderal WADA, Oliver Niggli bahwa akan ada kabar gembira untuk Indonesia. Pernyataan itu langsung terealisasi. Sehari setelahnya, Head of the Compliance Unit WADA, Emiliano Simonelli mengirim surat kepada Indonesia.

"Tidak gampang bisa menyelesaikan sanksi WADA dalam waktu cepat. Pak Okto membantu menyelesaikan masalah ini tiga bulan, padahal sanksi seharusnya satu tahun. Ini prestasi luar biasa. Semua ini tidak terlepas dari kerja keras pak Okto selaku Ketua Gugus Tugas yang melakukan diplomasi dengan petinggi WADA," kata Eko Yuli.

Eko Yuli merupakan satu-satunya atlet Indonesia yang tampil di empat Olimpiade. Setiap kali tampil, lelaki 33 tahun ini selalu membawa pulang medali. Di Olimpiade 2020 Tokyo, Eko Yuli meraih medali perak. Sebelumnya, dia membawa pulang medali perak (Rio de Janeiro, 2016) serta perunggu (London, 2012 dan Beijing, 2008).

Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Elnino M Husein Mohi juga memberi pujian terhadap kinerja Tim Satgas yang dipimpin Raja Sapta Oktohari, LADI dan Kemenpora yang dinilai telah bekerja cepat sehingga masalah sanksi WADA ini dapat segera terselesaikan.

Raja Sapta Oktohari dan Eko Yuli Irawan (Foto: Istimewa)

โ€œOrang-orang yang mengurus masalah WADA ini bersama Menpora adalah orang-orang yang tepat dan penuh kompetensi. Misalnya Ketua NOC Indonesia (KOI) yang rajin dan rela mengurus ini walaupun kadang harus merogoh duit pribadinya sendiri. Juga kawan-kawan lain di Kemenpora,โ€ kata Elnino.

Dengan selesainya masalah dengan WADA, diharapkan para atlet menjadi makin bersemangat untuk mengukir prestasi di ajang internasional. Sebab, bendera Merah Putih akan kembali berkibar setiap kali mereka naik ke atas podium juara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini