Share

F1 2021 Dianggap Penuh Kontroversi, Mercedes Minta Aturan Dirombak

Cikal Bintang, Jurnalis · Jum'at 07 Januari 2022 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 37 2528746 f1-2021-dianggap-penuh-kontroversi-mercedes-minta-aturan-dirombak-nAdlFwoSON.jpg Lewis Hamilton gagal juara F1 2021. (Foto: Reuters)

BERLIN – Prinsipal Mercedes AMG Petronas, Toto Wolff, bereaksi atas musim F1 2021 yang dianggap penuh kontroversi hingga membuat pembalapnya, Lewis Hamilton, gagal menjadi juara. Kini, Wolff pun meminta F1 untuk merombak total peraturannya.

Sebagaimana diketahui, F1 2021 ditutup dengan balapan dramatis di Sirkuit Yas Marina, Uni Emirat Arab, pada Desember. Balapan penentuan juara itu justru harus berakhir antiklimaks.

Lewis Hamilton dan Max Verstappen

BACA JUGA: Finis Ketujuh di Klasemen F1 2021, Charles Leclerc Ngaku Banyak Dibantu Carlos Sainz

Lewis Hamilton (Mercedes AMG Petronas) yang memimpin sepanjang balapan, justru harus disalip saingannya, Max Verstappen (Red Bull Racing), pada lap terakhir. Penyebabnya, drama Safety Car yang menurut Wolff merugikan Mercedes.

BACA JUGA: F1 2021 Berlangsung Ketat, tapi Musim Depan Bakal Lebih Sengit

Alhasil, Verstappen keluar sebagai juara dunia dan memutus dominasi Hanilton. Meski begitu, Wolff merasa banyak yang janggal pada balapan tersebut, salah satunya adalah peraturan balapan.

Karenanya, Wolff meminta F1 untuk merombak semua aturan, termasuk mengganti Direktur Balapan, Michael Masi. Keputusan ini penting bagi Wolff mengingat aspek F1 bukan hanya terpaku pada hiburan saja.

"Ini bukan hanya tentang mengganti direktur balapan. Seluruh sistem pengambilan keputusan harus diperbaiki," kata Wolff dilansir dari Planet F1, Jumat (7/1/2022).

Lewis Hamilton dan Max Verstappen

“Mengemudi dengan keras dan memiliki sudut pandang berbeda antara pembalap dan tim adalah hal yang normal. Tetapi, keputusan yang tidak konsisten pasti mengarah pada kontroversi, sebagian besar sama sekali tidak perlu," sambungnya.

"Saya tidak akan pernah mengatakan hal seperti itu, karena pada akhirnya kami memberikan hiburan, tetapi hiburan itu harus mengikuti olahraga dan bukan sebaliknya,” tandasnya tegas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini