Pembalap berpaspor Monako itu menilai Sainz mampu bersinar di beberapa aspek. Leclerc bahkan mengakui jika titik lemahnya menjadi kekuatan utama Sainz.
Salah satunya adalah manajemen ketika balapan. Pada tahun ini, Sainz memang menjadi satu-satunya pembalap F1 2021 yang mampu menyelesaikan seluruh balapan.

“Saya pikir kekuatan utama Carlos adalah manajemen balapan dan bannya. Hal tersebut merupakan kelemahan saya sejak 2019. Sebagai pembalap, saya bamyak berkembang di 2020 dan juga tahun ini. Hal itu berkat Carlos,” ujarnya.
Terlepas dari itu semua, Leclerc harus segera berbenah diri untuk menyambut F1 2022. Pasalnya ia dan Sainz harus membuat Ferrari kembali bisa bersaing untuk memperebutkan gelar juara dunia.
(Rivan Nasri Rachman)