Bahas Sanksi untuk Indonesia, LADI Konfirmasi Ada Rapat Besar dengan WADA

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Kamis 21 Oktober 2021 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 43 2489281 bahas-sanksi-untuk-indonesia-ladi-konfirmasi-ada-rapat-besar-dengan-wada-FptlQshCrT.jpg Indonesia juara Piala Thomas 2020, tetapi bendera merah putih tidak bisa berkibar (Foto: Badminton Photo)

JAKARTA Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) mengonfirmasi tentang adanya rapat dengan Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Rapat itu akan membahas sanksi untuk Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Indonesia mendapatkan peringatan dari WADA karena program Test Doping (TDP) Indonesia dianggap tidak berjalan dengan baik. Setelah itu, Menpora Zainudin Amali menjanjikan akan segera menangani kasus dan segera memenuhi semua persyaratan dari WADA agar tidak terkena sanksi.

Indonesia Juara Piala Thomas 2020 (Foto: Badminton Photo)

Sanksi yang dimaksud adalah larangan untuk menggelar kejuaran-kejuaran olahraga baik dalam level nasional maupun internasional. Selain itu, juga ada larangan pengibaran bendera Merah Putih di berbagai ajang olahraga dunia.

Namun, ternyata ada masalah lain yang muncul dari segi adminstratif. Alhasil, Indonesia pun diberi sanksi oleh WADA dan membuat bendera Merah Putih tidak dikibarkan saat Tim Bulu Tangkis Indonesia juara Piala Thomas 2020.

BACA JUGA: Tim Investigasi Berangkat ke Eropa, Menpora Zainudin Amali Harap Kasus dengan WADA Segera Tuntas

Wakil Ketua LADI, Rheza Maulana, menyatakan pihaknya pada Rabu 20 Oktober 2021 telah menerima surat undangan rapat dari WADA untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Selain LADI, sejumlah pihak terkait seperti Menpora, Menkeu, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Paralimpiade Nasional (NPC) juga diundang dalam rapat yang akan digelar pada Kamis (21/10/2021).

“Saat ini,kami baru mendapat surat dari WADA. Akan tetapi, untuk hasilnya itu sedang kami bahas dengan pemerintah di mana besok akan dilakukan rapat besar antara WADA dan semua stakeholder terkait untuk membahas pending meters (hal-hal yang tertunda) yang ada,” kata Rheza, saat dihubungi MPI (MNC Portol Indonesia) via telepon.

“Isi surat itu adalah tentang pembahasan pending meters secara menyeluruh terhadap seluruh stakeholders yang ada di Indonesia, termasuk KOI, KONI, Kementerian Keuangan,” imbuhnya.

Indonesia Juara Piala Thomas 2020 (Foto: Badminton Photo)

Lebih lanjut, Rheza mengatakan, bahwa LADI kini belum bisa merencanakan langkah-langkah selanjutnya untuk menangani kasus tersebut. Akan tetapi, setelah rapat besar ini, pihaknya akan mengetahui apa saja yang dipermasalahkan oleh WADA sehingga mereka bisa menindaklanjuti dan menyelesaikan masalah-masalah itu.

“Jadi, rapat besok adalah rapat besar karena yang diundang itu ada sejumlah kementerian dan lembaga terkait sehingga akan dibahas termasuk dari segi budgeting dan lain-lain. Nah dari situ baru kita bisa mengetahui apa saja yang jadi masalah bagi WADA, mungkin ada list baru atau ada list yang sudah selesai, baru setelah itu kita bisa menindak lanjuti untuk menyelesaikan masalah itu satu per satu,” jelas Rheza.

Kemudian, ketika ditanya apakah LADI akan bisa menangani kasus tersebut dengan baik, Rheza menegaskan,bahwa pihaknya akan mengusahakan agar semua pending meters bisa terselesaikan dengan mulus agar bisa diajukan ke WADA.

“Kami usahakan agar semua pending meters bisa diselesaikan dengan baik agar bisa kita tembusi ke WADA,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini