Share

Sabet Medali Perak di Paralimpiade Tokyo 2020, Ni Nengah Widiasih Ucap Rasa Syukur

Antara, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 07:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 43 2461873 sabet-medali-perak-di-paralimpiade-tokyo-2020-ni-nengah-widiasih-ucap-rasa-syukur-vOxRxKfZmE.jpg Ni Nengah Widiasih merebut medali pertama untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020. (Foto: Instagram/@widia_angel)

TOKYO – Lifter Indonesia, Ni Nengah Widiasih, sukses menyabet medali perak di pentas Paralimpiade Tokyo 2020. Medali yang didapatnya dari cabang para-powerlifting kelas 41 kg putri ini sendiri menjadi yang pertama diraih Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

Mendapati hal tersebut, Ni Nengah Widiasih pun mengaku bersyukur karena kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil. Perempuan yang akrab disapa Widi itu juga bangga karena medali perak yang diraihnya tidak hanya menjadi medali pertama bagi Merah Putih dalam Paralimpiade Tokyo 2020, tetapi juga perak pertama Indonesia sejak Seoul 1988.

Ni Nengah Widiasih

“Yang pasti senang dan bangga. Sesuai target pribadi karena sebelum ke sini saya ada di ranking kedua dunia. China memang tangguh sekali,” demikian pernyataan resmi Widi kepada NPC Indonesia yang diterima di Jakarta, Jumat (27/8/2021).

BACA JUGA: Profil Ni Nengah Widiasih, Penyumbang Medali Pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

“Tapi, saya bersyukur karena hari ini Merah Putih bisa berkibar dan bisa memperbaiki angkatan saya dari perunggu di Brasil dan sekarang perak,” kata dia menambahkan.

Sementara itu, pada gelaran sebelumnya di London 2012 dan Rio 2016, Indonesia hanya mampu merebut masing-masing satu perunggu.

BACA JUGA: Ni Nengah Widiasih Raih Medali Perak di Paralimpiade Tokyo 2020, Ketua NPC Indonesia Sangat Senang

Namun, Merah Putih akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan itu dan meraih medali perak pertamanya setelah 33 tahun lewat lifter Ni Nengah Widiasih dari cabang para-powerlifting kelas 41 kg putri di Tokyo 2020.

Sementara itu, medali emas diamankan oleh lifter China, Guo Lingling. Dia juga memecahkan rekor dunia kelas 41 kg atas namanya sendiri dengan mencatatkan angkatan terbaik 109 kg. Medali perunggu direbut oleh lifter Venezuela, Clara Sarahy Munasterio, dengan angkatan terbaiknya 97 kg.

Widi berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang selama ini terus diberikan kepada para atlet NPC Indonesia sehingga ia bisa merebut perak di Tokyo.

Widi berhak atas medali perak setelah membukukan angkatan 98 kg. Catatan angkatan perempuan asal Bali itu meningkat dibanding torehannya pada Paralimpiade Rio de Janeiro 2016 ketika meraih perunggu lewat angkatan 95 kg.

Ni Nengah Widiasih

Selain itu, catatan 98 kg itu juga menjadi rekor terbaiknya dalam kariernya sebagai atlet para-powerlifiting kelas 41 kg.

“Semoga nanti yang tahun depan ASEAN Para Games dan Asian Para Games bisa tampil baik juga,” kata perempuan berusia 32 tahun itu.

“Semoga medali saya bisa jadi motivasi untuk atlet lain yang akan berjuang,” jelas dia.

Meski mempertahankan tradisi medali di tiga Paralimpiade terakhir, Indonesia belum pernah lagi meraih medali emas sejak Paralimpiade Arhem di Belanda pada 1980.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini