Serang Petugas, Atlet judo Dikeluarkan dari Paralimpiade Tokyo 2020

Antara, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 21:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 43 2458717 serang-petugas-atlet-judo-dikeluarkan-dari-paralimpiade-tokyo-2020-2X87Vn1LIP.jpg Petugas keamanan Jepang melintas di depan logo Paralimpiade di Tokyo. (Foto/Reuters)

TOKYO - Akibat menyerang petugas, seorang atlet judo asala Georgia dikeluarkan dari Paralimpiade Tokyo 2020. Dia menyerang seorang penjaga keamanan di sebuah hotel.

Zviad Gogotchuri yang merupakan peraih medali emas kelas 90 kilogram judo putra Paralimpiade Rio de Janeiro 2016. DIa ditangkap oleh polisi Jepang, Senin lalu.

Baca juga: Ni Nengah Widiasih Bertekad Raih Medali di Paralimpiade Tokyo 2020

Judoka berusia 34 tahun itu akan berlaga dalam cabang olahraga ini pada nomor 100 kg dalam Paralimpiade ini yang akan dimulai Selasa.

Foto/Reuters

Dia dituduh mematahkan tulang rusuk penjaga keamanan yang berusia 60-an pada pagi hari tanggal 12 Agustus ketika dia menyergap pria tersebut dan lalu mencekik lehernya.

Baca juga: Kaisar Jepang Naruhito Dijadwalkan Hadir di Upacara Pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020

Insiden tersebut terjadi setelah penjaga keamanan yang berbeda memperingatkan Gogotchuri dan beberapa atlet Georgia lainnya untuk tidak membuat kegaduhan saat minum-minum di koridor lantai enam hotel yang berlokasi di Tokyo tersebut.

Gogotchuri dikarantina di hotel setelah seorang anggota tim negara tersebut dinyatakan positif COVID-19.

Panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo mengatakan pihaknya juga melarang salah seorang atlet Georgia yang minum-minum dengan Gogotchuri saat itu, berlatih selama tiga hari sebagai hukuman.

Panitia mengatakan telah memberikan peringatan keras kepada 15 anggota tim nasional Georgia yang menginap di hotel tersebut dan komite Paralimpiade juga memberi peringatan atas perilaku mereka.

Foto/Reuters

Karena pandemi virus corona, Paralimpiade, yang melibatkan hingga 4.400 atlet dari seluruh dunia, akan diadakan tanpa penonton, kecuali sejumlah siswa yang berpartisipasi dalam program pendidikan yang didukung pemerintah.

Selama Olimpiade Tokyo yang berakhir 8 Agustus lalu dua judoka putra dari Georgia dicabut akreditasinya karena meninggalkan kampung atlet untuk pergi jalan-jalan yang melanggar protokol COVID-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini