Share

Curhat Naomi Osaka, dari Jadi Bintang Tenis hingga Mensyukuri Kehidupan

Antara, Jurnalis · Kamis 19 Agustus 2021 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 40 2457964 curhat-naomi-osaka-dari-jadi-bintang-tenis-hingga-mensyukuri-kehidupan-gH8RUQ6i5Z.jpg Naomi Osaka saat beraksi di lapangan. (Foto: Reuters)

OHIO – Petenis putri asal Jepang, Naomi Osaka, mengungkap perasaannya menjadi seorang bintang di dunia tenis. Secara mengejutkan, Naomi Osaka pun mengaku dirinya "tidak bersyukur" selama setahun terakhir karena tidak sepenuhnya menghargai hidup sebagai salah satu pemain tenis top dunia.

Ketenaran Naomi Osaka di dunia tenis memang sudah tak perlu diragukan lagi. Dia kini bahkan menduduki posisi nomor dua di ranking dunia.

Naomi Osaka

Osaka pun memastikan kemenangan comeback atas Coco Gauff di Western & Southern Open di Cincinnati, Kamis (19/8/2021) dini hari WIB. Ini merupakan turnamen pertamanya di luar Olimpiade sejak mundur dari Prancis Open pada Mei.

Dia menarik diri dari Roland Garros setelah dikenai denda karena menolak melakukan konferensi pers. Dia mengatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan tertentu dapat memengaruhi kesehatan mentalnya.

Osaka meneteskan air mata dan sempat meninggalkan konferensi pers di Cincinnati, Senin, ketika ditanya tentang hubungannya dengan media, namun ia kembali berhadapan dengan media usai pertandingan.

BACA JUGA: Gempa Haiti M7,2: Naomi Osaka Sisihkan Pendapatan demi Bantu Korban Terdampak

"Saya bertanya-tanya mengapa saya begitu terpengaruh, saya kira, yang membuat saya tidak ingin melakukan konferensi pers," kata petenis berusia 23 tahun itu dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/8/2021).

"Saya bertanya-tanya apakah saya takut, karena kadang-kadang saya melihat berita soal pemain kalah dan kemudian berita keesokan harinya seperti kolaps atau mereka tidak lagi hebat,” lanjutnya.

BACA JUGA: Gara-Gara Cedera Otot, Simona Halep Putuskan Mundur dari Cincinnati Masters 2021

"Jadi saya berpikir, saya bangun setiap hari, bagi saya, saya harus merasa seperti saya menang. Seperti, pilihan untuk pergi dan bermain, untuk pergi melihat penggemar, orang-orang keluar dan menonton saya bermain, itu sendiri adalah sebuah prestasi,” jelas Naomi Osaka.

"Saya tidak yakin kapan saya mulai mengurangi kepekaan itu. Sepertinya itu mulai tidak seperti pencapaian bagi saya. Jadi, saya merasa saya sangat tidak berterima kasih atas fakta itu," pungkas Osaka.

Juara Grand Slam empat kali itu mengatakan pembatasan yang diberlakukan karena pandemi COVID-19 membuatnya "sangat stres," tetapi peristiwa baru-baru ini di Haiti dan Afghanistan telah mengubah pandangannya.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 7,2 menewaskan lebih dari 2.000 orang di Haiti, negara tempat ayahnya dilahirkan, dan pada saat bersamaan Afghanistan dilanda kekacauan.

"Melihat keadaan dunia, seperti apa yang terjadi di Haiti, Afghanistan saat ini, benar-benar gila," ungkap Osaka.

"Dan bagi saya, dapat memukul bola tenis di Amerika Serikat saat ini dan orang-orang datang dan menonton saya bermain... saya ingin menjadi diri saya sendiri dalam situasi ini daripada menjadi orang lain di dunia ini," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini