Sony Dwi Kuncoro sang Peraih Medali Olimpiade Athena 2004, Begini Kehidupannya Sekarang

Cikal Bintang, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 40 2456277 sony-dwi-kuncoro-sang-peraih-medali-olimpiade-athena-2004-begini-kehidupannya-sekarang-H3lAhcRWDJ.jpg Sony Dwi Kuncoro, pebulu tangkis andalan Indonesia pada awal 2000-an. (Foto: Instagram/@sonydwikuncoro)

SONY Dwi Kuncoro merupakan salah satu pebulu tangkis terbaik yang dimiliki Indonesia. Bukti kehebatannya adalah kemampuan Sony Dwi Kuncoro merebut medali perunggu Olimpiade Athena 2004.

Saat itu bersama Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro mempersembahkan medali bagi Indonesia di Olimpiade Athena 2004. Bagaimana dengan Taufik Hidayat? Ia merebut medali emas nomor tunggal putra Olimpiade Athena 2004.

Sony Dwi Kuncoro

(Sony Dwi Kuncoro (kanan) saat merebut medali perunggu Olimpiade Athena 2004)

Namun, urutan medali tampaknya bukan suatu indikator kehebatan saat itu. Sony Dwi Kuncoro tetap diakui kehebatannya. Sony Dwi Kuncoro lahir di Surabaya pada 7 Juli 1984. Sejak kecil, anak dari pasangan Mochamad Sumadji dan Asmiati ini sudah diperkenalkan dengan olahraga bulu tangkis.

Sumadji sudah menanamkan Sony Dwi Kuncoro kecil untuk menjadi atlet bulu tangkis yang hebat. Kala itu, Sony Dwi Kuncoro dilatih secara intensif oleh sang ayah. Bahkan, di umur 12 tahun, Sony Dw Kuncoro terpaksa tidak melanjutkan pendidikan.

Kala itu, Sony Dwi Kuncoro harus rela meninggalkan bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan memilih bulu tangkis. Menurutnya, bulu tangkis adalah jalan kariernya yang paling menjanjikan. Sony Dwi Kuncoro bertekad menekuni olahraga tepok bulu di sepanjang hidupnya.

Untuk mewujudkan tekadnya, Sony Dwi Kuncoro kecil terus berlatih di klub Suryanaga di Surabaya. Suryanaga merupakan sebuah klub yang berdiri pada tahun 1949 dan merupakan salah satu mesin pencetak atlet legendaris.

Hasilnya, Sony Dwi Kuncoro sempat dipanggil untuk mengikuti Kejuaraan Asia Junior pada 2000. Saat itu, Sony Dwi Kuncoro mengikuti pemusatan latihan di pelatnas Cipayung, Jakarta selama tiga bulan.

BACA JUGA: Peraih Medali Emas Olimpiade Sydney 2000 Tony Gunawan: Tetap Cinta Indonesia meski Sudah Pindah Warga Negara

Saat turnamen tersebut berlangsung, Sony Dwi Kuncoro berhasil menginjakkan kakinya di partai pamungkas. Namun, Sony Dwi Kuncoro harus kalah dari pebulu tangkis asal China yang kemudian memenangkan dua medali emas Olimpiade nomor tunggal putra, Lin Dan.

Tak hanya itu, Sony Dwi Kuncoro juga pernah menginjakkan kaki di final Kejuaraan Dunia Junior pada tahun yang sama. Akan tetapi, ia kalah di final oleh pebulu tangkis asal China juga, Bao Chunlai.

Sony Dwi Kuncoro

Mimpi Sony Dwi Kuncoro masuk Pelatnas akhirnya tercapai pada 2003. Ia terus berkembang dan berlatih sebelum Olimpiade Athena 2004. Setahun kemudian, perunggu berhasil dibawanya ke Indonesia dari Athena, Yunani.

Setahun kemudian, Sony Dwi Kuncoro terus mengukir prestasi di dunia bulu tangkis dunia. Pada 2005, ia berhasil menginjakkan kaki di semifinal Indonesia Open 2005. Akan tetapi, sayangnya ia tidak berhasil meraih gelar.

Setahun berikutnya, karier Sony Dwi Kuncoro dilanda ujian yang lumayan berat. Ketika itu, berbagai cedera kerap menghampiri Sony Dwi Kuncoro, dan membuatnya harus absen di Indonesia Open 2006 yang digelar di tanah kelahirannya Kertajaya, Surabaya.

Padahal, saat itu Sony Dwi Kuncoro diharapkan bisa penerus pebulu tangkis tunggal putra lainnya, Taufik Hidayat yang kariernya mulai meredup. Pada tahun berikutnya, barulah Sony Dwi Kuncoro berhasil membuktikan ketajamannya. Tahun 2007 Sony Dwi Kuncoro berhasil merengkuh gelar Yonex Chinese Taipei Open Gold Grand Prix 2007. Saat itu, Sony Dwi Kuncoro mengalahkan Taufik Hidayat dalam tiga gim.

Satu tahun setelah itu, tepatnya pada 2008 tampaknya akan menjadi yang paling dikenang bagi Sony Dwi Kuncoro selain Olimpiade Athena 2004. Saat itu, Sony Dwi Kuncoro berhasil merengkuh berbagai gelar.

Di antara gelar tersebut ada Juara Indonesia Super Series 2008, Juara Jepang Open Super Series 2008, Juara China Masters Super Series 2008 dan masuk ke perempatfinal Olimpiade Beijing 2008. Di Olimpiade 2008 langkah Sony Dwi Kuncoro terhenti setelah dikalahkan wakil Malaysia, Lee Chong Wei dalam dua gim.

Sony Dwi Kuncoro

Sejak itu, karier Sony Dwi Kuncoro di dunia bulu tangkis terus menanjak. Berbagai torehan berhasil dicatatkannya dengan manis. Berbagai gelar berhasil diraihnya dalam kurun waktu 2009 hingga 2018.

Pada 2009, Sony Dwi Kuncoro dengan kekasihnya Gading Safitri. Dua tahun kemudian, mereka dikaruniai seorang putri yang bernama Divia Amanta Kuncoro. Pada momen kelahiran putri pertama, Sony Dwi Kuncoro seharusnya berlaga di Australia Open yang berlangsung pada 5-10 April 2011. Akan tetapi, ia mengundurkan diri karena tidak mau melewatkan momen kebahagiaan bersama putri kecilnya yang baru saja lahir.

Cita-cita Sony Dwi Kuncoro kecil, harapan Sumadji akhirnya menjadi kenyataan. Sony Dwi Kuncoro berhasil menjadi pebulutangkis yang mahir dan saat ini sudah dikenal di seluruh Indonesia hingga dunia sebagai legenda.

Saat ini Sony Dwi Kuncoro berhasil mewujudkan cita-citanya sekali lagi dengan membuat Gelanggang Olahraga (GOR) sendiri yang bernama Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall. Sejak dibangun pada 2017, Sony Dwi Kuncoro berambisi mencetak banyak atlet di GOR miliknya tersebut. GOR tersebut terletak di Medokan Ayu, Surabaya dengan luas bangunan 1300 meter persegi.

Melalui akun Youtube miliknya, Sony Dwi Kuncoro mengatakan bahwa ia bersyukur impiannya memiliki GOR terwujud. Ini menjadi bagian penting bagi kariernya untuk terus mengembangkan pembinaan bulu tangkis di daerah.

"Setiap pemain pasti punya impian untuk mempunyai gedung seperti ini (GOR). Alhamdulillah saya diberi kesempatan memiliki ini dan di Surabaya," ucap Sony Dwi Kuncoro.

Setelah GOR yang ia bangun berjalan sukses, Sony Dwi Kuncoro menambahkan sayapnya dengan membuka klub sendiri bernama Sony Dwi Kuncoro Badminton Training. Dibangun sejak 2020, Sony Dwi Kuncoro benar-benar menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan bibit-bibit muda.

"Awal mula adalah dari anak sekitar gedung ini, lama kelamaan dengan berjalannya waktu, anak-anak yang saya latih bisa memberikan nilai positif dan akhirnya banyak yang masuk ke klub saya," ujar Sony Dwi Kuncoro.

Tentu saja ini akan menjadi investasi panjang bagi Sony ketika ia benar-benar berhenti total sebagai pebulutangkis. Akan tetapi, bukan hanya itu, ini juga menjadi investasi untuk masa depan bulut angkis Indonesia yang akan berada di pundak generasi muda.

Berikut sederet prestasi Sony Dwi Kuncoro di dunia bulu tangkis profesional:

• 2004: Perempat final DJARUM INDONESIA OPEN 2004.

• 2005: Semi final DJARUM INDONESIA OPEN 2005.

• 2007: Juara YONEX CHINESE TAIPEI OPEN GOLD GRAND PRIX 2007.

• 2008: Semi final Yonex-Sunrise Badminton Asia Championships 2008, Semi final Badminton Asia Championships 2008, Juara INDONESIA SUPER SERIES 2008, Juara YONEX OPEN JAPAN SUPER SERIES 2008, Juara LI NING CHINA MASTERES SUPER SERIES 2008, Perempat final Olympics 2008.

• 2009: Perempat final MALAYSIA SUPER SERIES 2009, Semi final DJARUM INDONESIA SUPER SERIES 2009, Perempat final AVIVA SINGAPORE SUPER SERIES 2009, Semi final Yonex Sunrise BWF World Championships 2009, Perempat final YONEX OPEN JAPAN SUPER SERIES 2009, Semi final Denmark Open Super Series 2009, Perempat final CHINA SUPER SERIES 2009.

• 2010: Juara LI-NING SINGAPORE OPEN SUPER SERIES 2010, Semi final DJARUM INDONESIA OPEN SUPER SERIES 2010, Perempat final CHINESE TAIPEI GRAND PRIX GOLD 2010, Perempat final Kumpoo Macau Open Badminton Championships

• 2011: Perempat final YONEX-SUNRISE Malaysia Open Grand Prix Gold 2011, Semi final Yonex Chinese Taipei Open, Runner - up YONEX-SUNRISE Malaysia Open GP Gold 2012.

• 2012: Runner - up YONEX-SUNRISE Malaysia Open GP Gold 2012, Juara SCG Thailand Open 2012, Perempat final Djarum Indonesia Open 2012, Perempat final Li Ning Singapore Open 2012, Semi final Yonex Sunrise Vietnam Open GP 2012, Juara INDONESIA OPEN GRAND PRIX GOLD BADMINTON 2012, Perempat final YONEX Denmark Open 2012.

• 2013: Semi Final VICTOR Korea Open 2013, Runner - Up MAYBANK Malaysia Open 2013, Semi Final YONEX Indonesia Open 2013, Runner - Up YONEX Hongkong Open 2013.

• 2016: Juara OUE Singapore Open Super Series 2016.

• 2018: Semifinalis Thailand Open.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini