Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keren! Ada Peran Pelatih Indonesia di Balik Kesuksesan Bulu Tangkis Taiwan

Hasyim Ashari , Jurnalis-Rabu, 11 Agustus 2021 |16:27 WIB
Keren! Ada Peran Pelatih Indonesia di Balik Kesuksesan Bulu Tangkis Taiwan
Victo Wibowo semapt aktif menjadi pemain bulu tangkis dari 1993-1998. (Foto/Twitter Rudy Roedyanto)
A
A
A

TAIWAN – Pasangan ganda putra Taiwan Lee Yang/Wang Chi-lin sukses meraih medali emas pada cabang olahraga bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020. Ternyata, di balik kegemilangan tersebut, ada peran pelatih asal Indonesia, yakni Victo Wibowo.

Taiwan untuk pertama kalinya dalam sejarah bulu tangkis berhasil merengkuh medali emas melalui pasangan ganda putra Lee Yang/Wang Chi-lin. Tak hanya itu saja Taiwan juga sukses menyegel medali perak di sektor tunggal putri melalui Tai Tzu Ying.

Foto/Reuters

Namun, tak banyak yang tahu bahwa ada campur tangan pelatih Indonesia di balik kesuksesan Taiwan di edisi Olimpiade tahun ini. Dia adalah Victo Wibowo yang merupakan pelatih jebolan PB Djarum yang aktif menjadi pemain dari tahun 1993 hingga 1998.

Baca juga: Viral, Video Lee Yang/Wang Chi Lin Cium Tangan Ahsan/Hendra Usai Laga Semifinal Olimpiade Tokyo 2020

Victo memutuskan untuk hijrah ke Taiwan untuk berkarier sebagai pemain bulu tangkis. Seiring berjalannya waktu, Victo dipercaya untuk mengembangkan bulu tangkis di Keelung High School.

Baca juga: Tega! Ngaku Nge-Fans tapi Lee/Wang Pupuskan Harapan Ahsan/Hendra di Olimpiade Tokyo 2020

“Kira-kira 2002, saya mulai ke Keelung High School. Kebetulan mereka waktu itu sebetulnya ada ekstrakulikuler badminton. Tapi saya merasa sarananya, ada lapangan bulu tangkis. Tapi yang lainnya masih kurang,” tutur Victo seperti dikutip dari saluran Youtube PB Djarum.

Berbeda dengan sistem kepelatihan di Indonesia, Victo mencari sendiri atlet berbakat sendiri. Lalu, Victo perlahan mulai beranjak dengan mengamati pemain-pemain berbakat dan mendekati dengan para orang tua murid.

“Mulanya saya mulai delapan pemain. Karena waktu itu sekolah saya masih belum ada nama, masih belum ada yang mau datang. Tapi karena mungkin saya lebih berusaha mendekati orang tuanya. Kalau saya lihat pemain yang ada bakat, saya catat satu persatu. Namanya siapa, dari umur 13 tahun, setiap pertandingan saya datangi,” tambahnya.

Perjuangan Victo secara perlahan membuahkan hasil. Berkat usaha kerasnya, Dia akhirnya mampu menelurkan pemain-pemain berbakat di Taiwan yang sukses di kancah internasional. Salah satu hasil karya dari tangan dinginnya yaitu Lee Yang/Wang Chilin yang menembus di peringkat 3 dunia di sektor ganda putra.

Ada juga Chou Tien Chen yang berada di posisi peringkat 4 dunia di sektor tunggal putra. Tak hanya menelurkan pemain berbakat, bahkan Victo sukses mencetak pelatih berkualitas yang kini menangani ratu tunggal putri bulutangkis saat ini yaitu Tai Tzu Ying.

Foto/Reuters

“Sekarang yang mungkin masyarakat Indonesia kenal itu Chou Tien Chen, Lee Yang, Wang Chilin. Pelatih-pelatih juga saya bikin. Karena saya punya target bukan hanya pemain tapi juga melahirkan coach yang bagus. Coach yang bagus dan terkenal di Taiwan tamatan sekolah saya itu coachnya Tai Tzu Ying dan coach Lee Yang,” pungkas Victo.

Langkah Vito ini mirip dengan yang dilakukan Indra Sjafri saat membangun timnas U-19 era Evan Dimas dkk. Indra menyebut saat kali pertama membentuk timnas, dia harus blusukan ke daerah daerah untuk melihat langsung kemampuan pemain. Dia kemudian melakukan seleksi sehingga terbentuk skuad juara Piala AFF U-19.

(Rachmat Fahzry)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement