6 Pebulu Tangkis Tunggal Putra Indonesia dengan Predikat Legenda, Nomor 1 Peraih Medali Emas Olimpiade

Cikal Bintang, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 40 2450109 6-pebulu-tangkis-tunggal-putra-indonesia-dengan-predikat-legenda-nomor-1-peraih-medali-emas-olimpiade-msCyKWLk4N.jpg Ilustrasi bulu tangkis

INDONESIA telah menjadi salah satu negara yang memiliki pemain bertabur bintang di cabang olahraga (cabor) bulu tangkis. Pebulu tangkis dengan bakat fantastis itu pun bisa terlihat salah satunya di nomor pertandingan tunggal putra.

Saat ini, Indonesia sendiri mengandalkan nama Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting sebagai penerus di nomor tunggal putra. Kini, Jonatan dan Anthony pun bertengger di ranking 10 besar tunggal putra dunia.

Anthony Sinisuka Ginting

BACA JUGA: 5 Ganda Putri Bulu Tangkis Terbaik Indonesia, Nomor 1 Rebut Emas Olimpiade Tokyo 2020

Keduanya pun terus menorehkan prestasi manis. Anthony bahkan baru saja menyabet medali di Olimpiade Tokyo 2020. Dia menyabet medali perunggu setelah mengalahkan pebulu tangkis asal Guatemala, Kevin Cordon.

BACA JUGA: Usai Sabet Emas Olimpiade Tokyo 2020, Axelsen Beri Ucapan kepada Anthony Ginting dan Chen Long

Sebelum nama dua pemain ini melambung, ada beberapa nama besar yang membawa harum nama Indonesia di sektor tunggal putra bulu tangkis Indonesia. Siapa saja? Berikut enam pebulu tangkis tunggal putra yang mempunyai catatan fenomenal.

6. Tan Joe Hok

Di era 60-an, nama Tan Joe Hok atau Hendra Kartanegara tentu tak asing bagi penggemar bulu tangkis di Indonesia. Bisa dibilang, dia merupakan salah satu pionir atlet bulu tangkis yang meraih prestasi di kancah internasional.

Dalam perjalanan kariernya, Tan adalah salah satu perintis tim Piala Thomas Indonesia. Tan dikenal sebagai salah satu dari tujuh pendekar bulu tangkis Indonesia, bersama Ferry Sonneville, Lie Poo Djian, Tan King Gwan, Njoo Kim Bie, Olich Solichin, dan Kadir Yusuf.

Ketujuh pendekar tersebut menjadi kesatuan saat merebut lambang supremasi beregu putra Piala Thomas 1958. Kala itu, Tan dan kolega berhasil menang dari Malaysia dengan skor 6-3 di Singapura. Setelahnya, Tan juga mewakili Indonesia saat menjuarai Piala Thomas pada 1961 dan 1964.

Di All England, Tan Joe Hok kembali menorehkan prestasi dengan menjadi pebulu tangkis pertama di Indonesia pada 1959. Selain itu, dia juga berhasil menyabet medali emas di Asian Games 1962.

5. Rudy Hartono

Di urutan kelima, ada nama Rudy Hartono. Sehari setelah ulang tahun keempat Indonesia, Rudy Hartono lahir. Beberapa tahun kemudian, nama tersebut menjelmas menjadi ‘monster’ di turnamen bulu tangkis bergengsi, All England.

Atlet kelahiran Surabaya tersebut punya prestasi mentereng di kancah internasional. Rudy berhasil menjuarai All England sebanyak delapan kali, tujuh di antaranya berhasil diraih secara beruntun pada 1968-1974.

Rudy Hartono

Salah satu yang paling fenomenal adalah pertarungannya melawan Liem Swie King di All England 1976. Kala itu, Liem masih berusia 20 tahun dikalahkan oleh Rudy. Ada kabar miring mengenai duel tersebut.

Kabarnya, Liem diduga sengaja memberikan gelar All England 1976 kepada sang seniornya yang tidak lain adalah Rudy. Namun begitu, hingga kini Liem tidak mau menjawab ketika ditanya perihal dugaan tersebut.

Di sisi lain, Rudy berhasil meraih gelar juara pada 1980. Selain itu, dia juga menjadi enam kali anggota tim Piala Thomas, empat di antaranya berhasil menjadi juara.

4. Liem Swie King

Nama berikutnya ialah Liem Swie King. Dia mencuri perhatian dunia bulu tangkis kala berhasil masuk sebagai finalis All England 1976. Kala itu, Liem yang baru berusia 20 tahun dikalahkan oleh seniornya, Rudy Hartono.

Kegagalan tersebut tak membuatnya menyerah, nama Liem langsung melejit ketika berhasil menyabet tiga gelar All England (1978,1979, dan 1981). Tak hanya itu, Liem juga menjadi juara di Asian Games 1978.

Liem Swie King

Liem juga menjadi salah satu anggota tim Piala Thomas sebanyak enam kali. Hasilnya, tiga gelar (1976, 1979, dan 1984) berhasil dipersembahkan untuk Indonesia di turnamen tersebut.

Liem juga dikenal sebagai pebulu tangkis yang mempunyai ‘smash’ kencang. Pada era itu, penampilan Liem menjadi sorotan setelah melakukan smash kencang dengan melompat yang belum lazim dilakukan. Akhirnya, julukan “King Smash” menjadi predikat Liem kala itu.

Prestasi Liem tak hanya di nomor tunggal putra. Dia juga berhasil meraih gelar juara dunia 1984 dan 1985 kala berpasangan dengan Kartono di nomor ganda putra. Selain itu, saat berganti pasangan dengan Bobby Ertanto pada 1986, Liem langsung menyabet gelar Piala Asia 1987.

Lebih lanjut, Liem juga sempat disandingkan dengan Eddy Hartono. Kala itu, prestasi yang paling mentereng keduanya adalah menjadi juara Asia pada 1987, SEA Games 1987, dan Indonesia Open 1987.

3. Alan Budikusuma

Legenda bulu tangkis Indonesia, Alan Budikusuma, sampai kapan pun akan dikenang sebagai atlet yang berhasil mengharumkan Tanah Air di pentas Internasional. Pasalnya, medali emas Olimpiade berhasil diraihnya di Barcelona pada 1992.

Kala itu, Alan mengalahkan wakil lain Indonesia, Ardy B Wiranata, dalam dua gim dengan skor 15-2 dan 18-13. Hasilnya, medali emas pertama bagi Indonesia ditorehkan Alan dalam Olimpiade.

Alan Budikusuma

Selain Alan, kekasihnya saat itu, Susy Susanti, juga berhasil meraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 di nomor tunggal putri. Kini, Susy merupakan istri Alan, keduanya diingat sebagai legenda bulu tangkis di Indonesia.

Sebelum Olimpiade, prestasi Alan bisa dibilang kurang bersinar. Namun, Alan menemukan performa terbaiknya setelah Olimpiade. Karieernya melonjak ketika berhasil menjuarai Jerman Open 1992, Juara Invitasi Piala Dunia 1993, Juara Indonesia Open, dan Juara Malaysia Open 1995. 

2. Hariyanto Arbi

Pada akhir 80-an, Liem Swie King pensiun. Ketika itu, tak ada lagi pebulu tangkis yang mempunyai permainan sama dengan Liem. Sampai kemudian, nama Hariyanto Arbi muncul pada awal 90-an.

Hariyanto lahir dari keluarga yang juga mempunyai latar belakang bulu tangkis. Kakaknya, Hastomo Arbi dan Eddy Hartono juga merupakan pemain andalan bulu tangkis Indonesia.

Hariyanto diketahui sangat mengidolakan Liem Swie King sehingga gaya permainannya tak jauh berbeda. Kala itu, dia mengandalkan smash melompat seperti yang dilakukan Liem, hingga akhirnya ia mendapat julukan “Smash 100 watt”.

Dengan gaya permainan tersebut, Hariyanto berhasil menyabet gelar All England 1993 dan 1994. Selain itu, dia juga berhasil merengkuh juara Dunia 1995 dan menjadi anggota tim Piala Thomas pada 1994, 1996, 1998, dan 2000.

1. Taufik Hidayat

Taufik Hidayat bisa dikatakan sebagai nomor tunggal putra yang disegani karena berhasil meraih berbagai prestasi mentereng. Tentu saja, yang paling gemilang adalah gelar emas Olimpade Athena 2004 dan Juara Dunia 2005.

Taufik Hidayat

Selain itu, Taufik juga berhasil meraih gelar juara di Piala Thomas 2000 dan 2002. Tak berhenti di situ, namanya semakin harum kala menjuarai Asian Games Busan 2002 dan Doha 2006.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini