5 Ganda Putri Bulu Tangkis Terbaik Indonesia, Nomor 1 Rebut Emas Olimpiade Tokyo 2020

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 40 2450071 5-ganda-putri-bulu-tangkis-terbaik-indonesia-nomor-1-rebut-emas-olimpiade-tokyo-2020-Oq8CL0SR1f.jpg Greysia Polii dan Apriyani Rahayu raih emas bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: REUTERS/Leonard Foeger)

INDONESIA memiliki sejumlah ganda putri bulu tangkis terbaik di dunia. Sederet ganda putri yang dibahas di bawah ini mengharumkan nama Indonesia di kencah perbulu tangkisan internasional.

Terbaru, ada ganda putri Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Dari waktu ke waktu, lantas, siapa saja ganda putri bulu tangkis terbaik Indonesia?

Berikut 5 ganda putri bulu tangkis terbaik Indonesia:

5. Imelda Wiguno/Verawaty Wiharjo

Imelda Wiguno

(Imela Wiguno sukses ketika berduelt dengan Verawaty Wiharjo)

Imelda Wiguno/Verawaty Wiharjo merupakan ganda putri bulu tangkis pertama Indonesia yang menapaki final kejuaraan dunia bulu tangkis. Tampil di Kejuaraan dunia bulu tangkis 1980 yang digelar di Jakarta, Imelda Wiguno/Verawaty Wiharjo tampil dominan.

Sayangnya di partai puncak, Imelda Wiguno/Verawaty Wiharjo dikalahkan ganda putri asal Inggris, Nora Perry/Jane Webster dengan skor 12-15 dan 3-15. Selain itu, pasangan ini juga pernah memenangkan Denmark Open 1978 dan All England 1979.

4. Finarsih/Lili Tampi

Finarsih

(Finarsih sukses besar saat berpasangan dengan Lili Tampi. (Foto: krjogja)

Sama seperti Imelda Wiguno/Verawaty Wiharjo, Finarsih/Lili Tampi juga lolos ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, tepatnya pada 1995. Mentas di Laussane, Swiss, Finarsih/Lili Tampi kalah di partai puncak dari wakil Korea Selatan, Gil Young-ah/Jang Hye-ock, dengan skor 15-3, 11-15 dan 10-15.

Namun, pasangan ini pernah juara Piala Dunia Bulu Tangkis 1994 nomor ganda putri setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan, Gil Young-ah/Chung So-young, dengan skor 15-11 dan 15-12. Keduanya juga meraih medali emas SEA Games 1993, 1995, serta menjadi kampiun Indonesia Open 1993, Jerman Open 1993, Belanda Open 1993, World Grand Prix Final 1993, Taiwan Open 1994 dan Indonesia Open 1994.

3. Vita Marissa/Liliyana Natsir

Vita Marrisa dan Liliyana Natsir

(Vita Marissa dan Liliyana Natsir, raih juara Indonesia Open 2008)

Vita Marissa dan Liliyana Natsir pernah dipasangkan di periode 2007-2008. Pencapaian terbaiknya adalah meraih gelar juara nomor tunggal putri Indonesia Open 2008. Saat itu bersua ganda putri Jepang di final, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna, Vita Marissa/Liliyana Natsir menang 21-15 dan 21-14.

Di luar itu, Vita Marissa/Liliyana Natsir pernah lolos ke final World Superseries Masters Finals, namun kalah di partai puncak. Satu lagi, Vita Marissa/Liliyana Natsir juga lolos ke final SEA Games 2007 dan merebut meraih medali emas setelah mengalahkan sang sekompatriot, Greysia Polii/Jo Novita.

2. Greysia Polii/Nitya Krishinda

Nitya Krishinda

(Nitya Krishinda bersama Greysia Polii raih medali emas Asian Games 2014)

Pasangan ini sempat menjadi tumpuan Indonesia. Terbukti, Greysia Polii/Nitya Krishinda membawa Indonesia meraih medali emas nomor ganda putri Asian Games 2014 setelah di final mengalahkan ganda putri Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dengan skor 21-15 dan 21-9.

Sementara di Kejuaraan Dunia, prestasi terbaik Greysia Polii/Nitya Krishinda adalah merebut medali perunggu pada 2015. Selain itu, Greysia Polii/Nitya Krishinda sempat menjadi kampiun Korea Open 2015 dan Singapura Open 2016. Sayangnya pada akhir 2016, Nitya Krishinda mengalami cedera dan sejak saat itu Greysia Polii berpasangan dengan pemain muda bernama Apriyani Rahayu.

1. Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu

(Greysia Polii/Apriyani Rahayu rebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: REUTERS)

Apriyani Rahayu menjadi tandem Greysia Polii sejak awal 2017, setelah Nitya Krishinda mengalami cedera. Di tahun pertama berpasangan, mereka keluar sebagai kampiun Thailand Open 2017 dan Prancis Open Superseries 2017.

Setelah setahun berpasangan, gelar demi gelar mereka dapatkan. Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi kampiun India Open 2018, Thailand Open 2018, India Open 2019, Indonesia Masters 2020, Spanyol Masters 2020 dan Thailand Open 2020.

Setelah merebut perunggu Asian Games 2018 dan emas SEA Games 20189 Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih emas Olimpiade Tokyo 2020. Kepastian itu didapat setelah Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengalahkan ganda putri China, Chen Qingchen/Jia Yifan dengan skor 21-19 dan 21-15.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini