Vinales-Quartararo Punya Strategi Jitu Cegah Ducati Juara di Qatar

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 28 Maret 2021 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 28 38 2385503 vinales-quartararo-punya-strategi-jitu-cegah-ducati-juara-di-qatar-YN1l63RyP0.jpg Fabio Quartararo dan Maverick Vinales kuasai baris depan (Foto: Yamaha MotoGP)

LOSAIL – Duel antara Yamaha dan Ducati bakal menjadi tajuk utama pada MotoGP Qatar 2021, Senin 29 Maret dini hari WIB. Duo Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales dan Fabio Quartararo, punya taktik jitu demi menggagalkan kemenangan Ducati di Losail.

Pembalap Ducati Corse, Francesco Bagnaia, berhasil menduduki posisi start terdepan. Pria berpaspor Italia itu menorehkan waktu tercepat 1 menit 52,772 detik pada sesi kualifikasi. Di belakangnya, ada Fabio Quartararo dengan torehan waktu tercepat 1 menit 53,038 detik.

Baca juga: Valentino Rossi Bantah Saling Bantu dengan Bagnaia di Sesi Kualifikasi

Maverick Vinales lantas melengkapi baris pertama dengan torehan waktu 1 menit 53,088 detik. Duo Monster Energy Yamaha itu berhasil memisahkan rivalnya dari Ducati Corse. Sebab, Jack Miller hanya mampu menempati urutan kelima dengan selisih 0,443 dari rekan setimnya.

Fabio Quartararo akan start dari posisi dua (Foto: Yamaha MotoGP)

Situasi itu coba dimanfaatkan oleh duo Yamaha untuk mencegah Ducati berjaya di Qatar. Bagi Fabio Quartararo, strateginya saat balapan adalah mencoba tampil seagresif mungkin sejak lima lampu dimatikan.

Baca juga: Zarco Melesat 362,4 km/jam, Valentino Rossi: Itu Berbahaya!

“Target saya adalah start yang bagus dan agresif sejak awal. Menurut saya, lima putaran awal akan sangat penting,” papar Fabio Quartararo, dikutip dari Crash, Minggu (28/3/2021).

“Semoga saja posisi saya tidak melorot (dari kedua). Yang pasti, pada lap-lap awal kami harus menjadi pihak yang agresif dan mencuri posisi dari lawan,” tambah pembalap berjuluk El Diablo itu.

Sementara itu, Maverick Vinales punya strategi berbeda. Pembalap berkebangsaan Spanyol itu ingin lebih cermat dalam menyalip agar tidak menghabiskan ban.

“Balapan cukup panjang. Soal strategi, Anda punya dua alternatif. Anda harus memilih melaju kencang pada 10 lap akhir, atau 10 putaran awal. Masalahnya, 10 putaran akhir sangat penting untuk ban. Jadi, kami harus pintar mengatur lomba,” urai Maverick Vinales.

Maverick Vinales melaju di Sirkuit Internasional Losail (Foto: Yamaha MotoGP)

“Kami hanya punya dua atau tiga area untuk menyalip dan butuh daya cengkeram bagus. Jadi, kami butuh menyalip tanpa harus menghabiskan ban. Kami harus pintar,” tukas pembalap berusia 26 tahun itu.

Yang pasti, duo Yamaha takkan bisa mengandalkan kecepatan untuk mengalahkan Ducati. Sebab, laju motor-motor Ducati sungguh kencang di lintasan lurus. Bahkan, Johann Zarco (Pramac Ducati) mampu memecahkan rekor top speed dengan torehan 362,4 kilometer per jam (km/jam)!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini