Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Mantan Atlet Rugby Mengenal Islam hingga Putuskan Mualaf

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Kamis, 04 Februari 2021 |07:08 WIB
Kisah Mantan Atlet Rugby Mengenal Islam hingga Putuskan Mualaf
Sony Bill Williams bersama sang istri (Foto: Instagram/@sonybillwilliams)
A
A
A

WELLINGTON – Nama atlet rugby asal Selandia Baru, Sonny Bill Williams, cukup akrab di telinga masyarakat Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari keputusannya menjadi seorang mualaf pada 2009. Pria berusia 35 tahun itu mengungkap awal mula ketertarikannya pada agama Islam.

Seperti mayoritas warga Selandia Baru, Sonny Bill Williams lahir dan besar dari keluarga Non-Muslim. Perkenalannya dengan Islam terjadi ketika ia berkarier di Toulon, Prancis. Ketika itu, dirinya melihat kedamaian yang dirasakan keluarga imigran asal Tunisia.

Persahabatannya dengan keluarga tersebut membawa Sonny Bill Williams kepada agama Islam. Suatu ketika, dirinya menginap di rumah keluarga tersebut. Kendati hidup dengan cukup sederhana, mereka terlihat sangat bahagia dan damai.

Baca juga: Masuk Islam, Mantan Atlet Rugby Ini Temukan Kedamaian

Sonny Bill Williams (Foto: IG/@sonybillwilliams)

“Ada 4-5 orang anggota keluarga itu. Mereka hanya punya satu kamar tidur. Mereka tidur bersama-sama di ruang keluarga. Saya menghabiskan sebagian besar waktu di sana, tidur bersama mereka di lantai,” terang Sonny Bill Williams, dikutip dari Now To Love NZ, Kamis (4/2/2021).

“Kedamaian, penghiburan, dan kebahagiaan yang mereka miliki dalam keluarga itu sungguh indah. Jadi, dari sana lah saya mulai berkenalan dengan Islam,” sambung pria yang kini berusia 35 tahun itu.

Setelah memeluk agama Islam, hidup Sonny Bill Williams berubah total. Ia yang tadinya gemar mabuk-mabukan dan tidur dengan banyak perempuan, mulai menemukan kedamaian. Pria berdarah Samoa itu mengaku Islam mengubahnya menjadi pribadi yang lebih baik.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement