"Biasanya saya tidak akan mengganggu mereka, tapi kali ini mereka sangat agresif. Saya pikir orang tidak dapat menerima bahwa saya telah berada di luar tenis, bahwa saya dapat hidup bahagia tanpa olahraga dan tidak tenggelam dalam depresi," tambah Sofya.

Selama masa remajanya Sofya dibandingkan dengan rekan senegaranya Maria Sharapova, tetapi cedera kronis memotong semua mimpinya di dunia tenis.
"Saya mengalami cedera serius dalam beberapa tahun terakhir dan saya telah memutuskan untuk memberikan tubuh saya istirahat beberapa tahun. Bahkan lebih awal. dari Wimbledon Junior, punggung saya sangat parah sehingga tidak ada dokter yang mau membantu saya," jelasnya.
"Tubuh saya tidak menyerap protein dengan baik dan cakram di tulang belakang saya ada di mana-mana. Saya pernah menjalani MRI yang menunjukkan bahwa kekencangan tulang belakang saya setara dengan orang berusia 50-an atau 60-an. Saya selalu harus bermain dengan banyak rasa sakit. Saya suka tenis, tetapi ada saatnya saya ingin bebas dari rasa sakit dan mental. untuk dapat hidup bebas dan memikirkan kesehatan dan masa depan saya," ungkap petenis yang sempat menempati peringkat 116 versi WTA pada Desember 2018.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.