nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Virus Korona, F1 GP China 2020 Kemungkinan Besar Dibatalkan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 09:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 12 37 2167112 dampak-virus-korona-f1-gp-china-2020-kemungkinan-besar-dibatalkan-PPximgeZha.jpg F1 GP China 2020 hampir pasti dibatalkan (Foto: Mercedes AMG Petronas)

LONDON – Nasib Formula One (F1) GP China 2020 akan dikonfirmasi dalam 48 jam ke depan. Menurut kabar yang beredar, penyelenggaraan balapan di Sirkuit Internasional Shanghai tersebut akan dibatalkan mengingat penyebaran virus Korona yang tengah mewabah di Negeri Tirai Bambu.

Melansir dari Daily Mail, Rabu (12/2/2020), para Prinsipal Tim yang berlaga di F1 2020 akan berkumpul dalam 48 jam ke depan di London, Inggris. Seusai pertemuan, mereka akan mengumumkan secara resmi pembatalan F1 GP China 2020 yang sedianya digelar pada 19 April mendatang.

Baca juga: Dampak Virus Korona, Nasib F1 GP China 2020 Ditentukan Pekan Depan

Sebelumnya, nasib F1 GP China 2020 menjadi abu-abu akibat penyebaran virus Korona. Direktur Olahraga F1, Ross Brawn, sempat mengungkapkan balapan tersebut tidak mungkin dibatalkan karena antusiasme publik China cukup tinggi terhadap ajang balap jet darat itu.

Salah satu opsi yang sempat dipertimbangkan adalah memindahkan jadwal F1 GP China 2020 ke paruh musim kedua. Namun, sulit menemukan waktu yang pas mengingat F1 2020 akan menggelar 21 balapan, termasuk GP China, meski paruh kedua hanya menggelar total sembilan balapan saja.

Keputusan untuk menunda atau membatalkan F1 GP China 2020 akibat virus Korona memang harus diambil secepat mungkin. Sebab, hal itu terkait dengan pengiriman logistik yang dibutuhkan untuk pekan balapan di Shanghai yang disesuaikan dengan strategi masing-masing tim.

Wabah virus Korona sebelumnya sudah menyebabkan ajang balap Formula E (FE) GP Sanya 2020 yang akan digelar Maret mendatang, dibatalkan. Sebab, virus tersebut sudah mengakibatkan sedikitnya 1.000 orang meninggal dunia di China.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini