nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski Kalah, Carolina Marin Tetap Tersanjung dengan Dukungan Pendukung Indonesia

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 03:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 19 40 2155180 meski-kalah-carolina-marin-tetap-tersanjung-dengan-dukungan-pendukung-indonesia-uFI19mryYX.jpg Carolina Marin dan Intanon usai menyudahi laga final Indonesia Masters 2020. (Foto: PBSI)

JAKARTA – Tunggal putri andalan Spanyol, Carolina Marin, gagal menjuarai Indonesia Masters 2020 usai kalah dari Ratchanok Intanon (Thailand) di final yang berlangsung pada Minggu 19 Januari 2020 siang WIB kemarin. Marin tepatnya kalah dari Intanon usai berjuang hingga ke rubber set dan kalah di set terakhir tersebut.

Marin kalah dengan skor 19-21, 21-11, dan 18-21 setelah tampil mengagumkan di sepanjang final tunggal putri tersebut. Meski tampil baik, namun kekalahan tersebut jelas membuat Marin kecewa.

Baca Juga: Intanon Secara Dramatis Kalahkan Carolina Marin di Final Indonesia Masters 2020

Sebab Marin gagal membalaskan dendamnya yang juga gagal memenangkan Indonesia Masters musim lalu lantaran mengalami cedera ketika sudah bermain di partai final. Beruntung, kekecewaan pebulu tangkis berusia 26 tahun itu tidak terlalu parah karena ia senang karena mendapatkan begitu banyak dukungan dari para fans Indonesia.

Marin merasa seperti mendapatkan dukungan dari negaranya sendiri setiap tampil di Istora Senayan. Karena itu, meski kalah Marin mau tetap berterima kasih kepada pendukung Indonesia yang sudah selalu men-support-nya selama Indonesia Masters 2020 berlangsung.

“Saat ke sini (Istora Senayan) pertama kali, saya merasakan cinta dengan sebuah negara, saya merasa nyaman walaupun saya sedang jauh dari negara saya. Saya merasa bersyukur dapat dukungan yang luar biasa. Saya merasa senang bermain di sini,” terang Marin, seperti yang diwartakan laman resmi PBSI, Senin (20/1/2020).

Bicara soal pertandingan, Marin merasa wajar jika bisa kalah dari Intanon. Sebab baginya pebulu tangkis asal Thailand itu bermain sangat baik pada saat final berlangsung. Namun, salah strategi saat di final juga menjadi penyebab Marin gagal mengalahkan Intanon di laga tersebut.

“Dia (Intanon) bermain pintar, harusnya saya menjauhkan bola dari net, jangan dekat-dekat dengan net karena feeling dia sedang bagus di net. Kami adalah pemain menyerang, kami harus bermain netting untuk dapat kesempatan menyerang,” tutup Marin.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini