Verstappen Samakan Inkonsistensi Pengawas Balapan F1 dengan Wasit Sepakbola

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 28 Desember 2019 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 28 37 2146885 verstappen-samakan-inkonsistensi-pengawas-balapan-f1-dengan-wasit-sepakbola-nsxBH4OwLE.jpg Max Verstappen menyamakan stewards F1 dengan wasit di sepakbola (Foto: Red Bull Racing)

MONACO – Sejumlah keputusan pengawas balapan (stewards) Formula One (F1) dikeluhkan oleh Max Verstappen. Pembalap Tim Red Bull Racing itu menyamakan inkonsistensi pengambilan keputusan oleh pengawas balapan dengan wasit di sepakbola.

Max Verstappen menjadi contoh terbaik dari perbedaan interpretasi berbeda dalam penerapan aturan di balapan F1. Pada seri Austria, pembalap bernomor mobil 33 itu sempat diinvestigasi karena dinilai terlalu agresif saat menyalip Charles Leclerc pada tiga putaran terakhir lomba.

Max Verstappen dan Charles Leclerc terlibat balapan sengit di Austria (Foto: Twitter/F1)

Baca juga: Ambisi Verstappen Tampil Lebih Impresif pada F1 2020

Untungnya, pembalap berpaspor Belanda itu tidak mendapat hukuman apa pun terkait manuvernya terhadap Leclerc. Pada balapan berikut di Inggris, kedua pembalap kembali terlibat pertarungan keras, tetapi Federasi Balap Mobil (FIA) tidak memberi peringatan apa pun atau melakukan penyelidikan.

Inkonsistensi itu membuat Max Verstappen bingung. Menurutnya, situasi tersebut mirip dengan yang terjadi di dunia sepakbola. Sebuah pelanggaran yang sama dapat berbuah kartu kuning atau tidak, tergantung dari interpretasi dari sang pengadil, dalam hal ini wasit.

“Sama seperti di sepakbola bukan? Anda memiliki wasit yang berbeda dan beberapa di antaranya dengan mudah memberi kartu kuning dibanding yang lain. Tentu saja, semua itu termuat di buku aturan. Ketika Anda bermain di liga domestik dan Liga Champions, Anda akan melihat wasit dengan dua pemahaman yang berbeda. Situasinya sama sepreti di F1,” papar Max Verstappen, dilansir dari Autosport, Sabtu (28/12/2019).

Max Verstappen menganggap situasi tersebut wajar (Foto: Red Bull Racing)

Putra dari Jos Verstappen itu mengakui dirinya memahami sulitnya mengambil keputusan tegas dalam waktu singkat. Pengalaman itu dirasakannya sendiri ketika menjalani hukuman kerja sosial di ruang pengawas balapan Formula E.

“Inkonsistensi tersebut sebenarnya tidak masalah. Saya paham mereka sulit mengambil keputusan dalam waktu singkat karena pernah ada di ruangan itu. Mereka juga terkadang tidak mau memberikan hukuman, tetapi di lain waktu harus menjatuhkan hukuman karena ada aturan tertulis,” imbuh pria berusia 22 tahun tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini