CABANG olahraga (cabor) bulu tangkis selalu menjadi pilar utama penyumbang prestasi tertinggi bagi Indonesia dalam berbagai ajang multicabang internasional, termasuk panggung Asian Games. Dominasi tersebut tercermin dari total perolehan sejarah kontingen Merah Putih yang mengumpulkan puluhan medali emas, di mana sektor tepok bulu menyumbang porsi terbesar.
Kontribusi bulu tangkis bisa dikatakan begitu besar dari keseluruhan medali emas yang pernah diraih Indonesia sepanjang keikutsertaan multievent tersebut. Total 99 medali dari berbagai warna sukses dipersembahkan oleh para pejuang tepok bulu tanah air di kancah Asia.
Di antara ratusan atlet hebat yang pernah membela panji Merah Putih, nama Christian Hadinata mencuat sebagai legenda paling sukses dengan koleksi lima medali emas. Catatan luar biasa tersebut hingga kini belum mampu disamai atau dilampaui oleh atlet bulu tangkis Indonesia lainnya dari berbagai generasi.
Perjalanan gemilang Christian bermula pada edisi Asian Games 1974 di Teheran ketika ia sukses menyabet emas pertama dari nomor ganda campuran bersama Regina Masli. Tidak hanya di ganda campuran, ketangguhannya di nomor ganda putra dan beregu putra pada tahun yang sama turut mempersembahkan tambahan medali perak.
Prestasi tersebut berlanjut pada Asian Games 1978 di Bangkok saat ia kembali mendulang emas dari nomor ganda putra bersama Ade Chandra serta nomor beregu putra. Pada tahun yang sama, ia juga sukses mengamankan sekeping medali perunggu saat turun di nomor ganda campuran berpasangan dengan Imelda Wiguna.