“Mari gelar 22 balapan, tetapi kita mungkin harus mengurangi jadwal pekan balapan jadi hanya Sabtu dan Minggu saja. Ini baru satu jalan, kita harus mencari solusi lainnya,” ujar Davide Brivio, dinukil dari Crash, Senin (23/12/2019).
“Untungnya, MotoGP kian populer. Ada banyak permintaan untuk menggelar balapan di suatu negara yang merupakan hal positif. Kita bisa mengeksplor lebih banyak lagi di banyak negara. Ini positif dan fantastis buat semua orang, tetapi kita harus mencapai kompromi,” sambung pria berpaspor Italia itu.

Akan tetapi, Davide Brivio mengingatkan, konsekuensi terburuk dari 22 balapan dalam satu musim adalah tingkat stres dari para pembalap yang kian tinggi. Sebab, mereka akan memiliki waktu istirahat atau jeda antarbalapan yang semakin sedikit dari dua pekan menjadi satu pekan untuk seri yang berdekatan.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.