HAMMAMATSU – Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, terbuka dengan kemungkinan penambahan seri MotoGP menjadi 22 balapan dalam semusim. Menurutnya, banyaknya jumlah seri itu menunjukkan kalau ajang balap motor paling bergengsi di dunia itu semakin populer.
Promotor MotoGP, Dorna Sports, memang tengah mengkaji kemungkinan menggelar 22 balapan dalam semusim pada MotoGP 2021 atau 2022. Hal itu dilakukan agar tidak kehilangan seri-seri tradisional sekaligus menggelar balapan di tempat yang baru sehingga menjangkau lebih banyak lagi penggemar.

Baca juga: Jadwal MotoGP Mulai Ketat, Usul Pengurangan Sesi Balap Dinilai Jadi Solusi Jitu
Hal itu disadari betul oleh Davide Brivio. Menurutnya, menggelar 22 balapan dalam satu musim cukup dimungkinkan asalkan ada kompromi yang tepat, seperti pengurangan jadwal tes pascabalap atau tengah musim serta pekan balapan dari tiga menjadi dua hari saja.
“Mari gelar 22 balapan, tetapi kita mungkin harus mengurangi jadwal pekan balapan jadi hanya Sabtu dan Minggu saja. Ini baru satu jalan, kita harus mencari solusi lainnya,” ujar Davide Brivio, dinukil dari Crash, Senin (23/12/2019).
“Untungnya, MotoGP kian populer. Ada banyak permintaan untuk menggelar balapan di suatu negara yang merupakan hal positif. Kita bisa mengeksplor lebih banyak lagi di banyak negara. Ini positif dan fantastis buat semua orang, tetapi kita harus mencapai kompromi,” sambung pria berpaspor Italia itu.

Akan tetapi, Davide Brivio mengingatkan, konsekuensi terburuk dari 22 balapan dalam satu musim adalah tingkat stres dari para pembalap yang kian tinggi. Sebab, mereka akan memiliki waktu istirahat atau jeda antarbalapan yang semakin sedikit dari dua pekan menjadi satu pekan untuk seri yang berdekatan.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.