“Perasaan saya campur aduk. Secara pribadi, saya senang F1 pergi ke tempat-tempat baru yang bisa memberi dampak besar. Namun, penyiapan kalender yang lebih besar adalah sesuatu yang saya tentang,” tutur Carlos Sainz Jr, dikutip dari Crash, Kamis (19/12/2019).
“Menurut saya, 21 atau 22 balapan dalam satu musim sudah terasa terlalu banyak. Tambahan waktu istirahat yang sudah diusulkan tentu tidak sebanding dengan 22 atau 25 balapan yang akan kita jalani di masa depan,” imbuh pembalap berusia 25 tahun asal Spanyol itu.

Sekadar informasi, Liberty Media juga berencana untuk mengubah tradisi dari tiga hari pekan balapan menjadi hanya dua saja. Dengan demikian, pembalap akan lebih banyak memiliki waktu istirahat. Namun, menurut Sainz, hal tersebut akan sia-sia jika total balapan dalam satu musim menyentuh angka 25.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.