nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Kontroversi Telah Terjadi di SEA Games 2019, meski Belum Resmi Bergulir

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 25 November 2019 12:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 25 43 2134086 3-kontroversi-telah-terjadi-di-sea-games-2019-meski-belum-resmi-bergulir-O16gPhzeSl.jpg Logo SEA Games 2019. (Foto: Laman resmi SEA Games)

PESTA olahraga multi-event terbesar di Asia Tenggara, SEA Games, akan kembali digelar pada tahun ini. SEA Games 2019 bakal secara resmi dibuka pada 30 November 2019. Meski begitu, perlombaan dari beberapa cabang olahraga telah mulai digelar pada hari ini, Senin (25/11/2019).

Meski belum secara resmi bergulir, beberapa pandangan negatif telah terdengar terkait penyelenggaraan SEA Games 2019. Tuan rumah, Filipina, dinilai kurang siap dalam menggelar pesta olahraga multi-event dua tahunan ini.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa insiden kurang mengenakkan yang diterima atlet dari beberapa negara. Kali ini, Okezone pun akan membahas kontroversi yang terjadi tersebut. Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, berikut tiga kontroversi yang telah terjadi di SEA Games 2019, meski belum resmi bergulir:

3. Protes Federasi Sepakbola Vietnam

Di urutan ketiga, ada kontroversi yang muncul dari cabang olahraga sepakbola. Federasi Sepakbola Vietnam diketahui sempat melakukan protes kepada penyelenggara SEA Games 2019 terkait penempatan pot dalam pengundian fase grup.

Timnas Vietnam U-22

Vietnam awalnya ditempatkan di pot terakhir sebagai tim non-unggulan. Hal tersebut dilakukan lantaran pada gelaran SEA Games 2017, Vietnam tersingkir lebih awal, tepatnya di babak fase grup. Tetapi, pihak Federasi Sepakbola Vietnam (VFF) tak setuju dengan penempatan tersebut.

Mereka pun mengajukan protes resmi kepada pihak panitia penyelenggara SEA Games 2019. Protes dilakukan lantaran Vietnam merasa telah mengumpulkan poin lebih banyak dari Singapura yang ditempatkan di pot lebih baik dari mereka.

Dalam gelaran SEA Games 2017, Vietnam diketahui merengkuh 10 poin, sedangkan Singapura hanya mengoleksi enam poin. Menanggapi protes ini, pihak penyelenggara SEA Games 2019 akahirnya memindahkan Vietnam ke pot tiga, sementara Singapura berada di pot empat.

2. Logo dan Maskot SEA Games 2019

Selanjutnya, kontroversi juga muncul dari logo dan maskot SEA Games 2019. Kritikan pedas dialamatkan publik terhadap dua hal yang cukup penting dari gelaran SEA Games itu. Uniknya, kritikan ini diutarakan oleh publik tuan rumah, yakni Filipina.

Untuk logo, publik Filipina merasa kurang terkesan karena dinilai terlalu sederhana. Diketahui, logo SEA Games edisi ke-30 ini memunculkan 11 lingkaran dengan ukuran berbeda-beda. Setiap lingkaran terikat dengan lingkaran lainnya. Di bagian bawah, ada tulisan 'Philippines 2019 30th SEA Games'.

Maskot SEA Games 2019

Jika dibandingkan dengan desain logo SEA Games 2017, tentu saja logo ini terkesan lebih sederhana. Pada SEA Games edisi sebelumnya yang digelar di Malaysia, desain logo menonjolkan bentuk layang-layang dengan unsur warna bendera dari semua negara peserta.

Sementara untuk maskot, publik juga menilai desain yang dimunculkan kurang apik. Desain maskot bernama Pami yang berbentuk kucing ini memperlihatkan tujuh bola dengan empat warna dasar bendera Filipina, yakni kuning, putih, biru, dan merah. Publik menilai desain yang ditunjukkan kurang kreatif.

1. Keterlambatan Akomodasi untuk Beberapa Tim

Selanjutnya, kontroversi muncul baru-baru ini. Pihak penyelenggara mendapat keluhan dari para atlet dan ofisial lantaran adanya keterlambatan dalam hal akomodasi. Alhasil, beberapa atlet akhirnya terlantar saat tiba di Filipina.

Timnas Indonesia U-22

Insiden ini bahkan turut dirasakan oleh tim sepakbola Indonesia. Akibat bus penjemput tidak kunjung hadir, Timnas Indonesia u-22 akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki dari hotel mereka menginap menuju lapangan latihan. Seharusnya, tim asuhan Indra Sjafri itu dijadwalkan dijemput di lobi Hotel Jen Manila pada pukul 05.00 waktu setempat. Tetapi, setelah menunggu selama 30 menit, bus penjemput tak kunjung datang.

Sebelumnya, atlet dari Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan Thailand juga mendapat layanan buruk dari pihak penyelenggara SEA Games 2019. Mendapati kondisi ini, pihak Panitia Penyelenggara SEA Games 2019, PHISGOC, telah mengutarakan permintaan maafnya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini