nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukan Pembalap, Marquez Sempat Ingin Jadi Mekanik

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 12:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 27 38 2110000 bukan-pembalap-marquez-sempat-ingin-jadi-mekanik-qMSHVAePcU.jpg Alex Marquez (Foto: MotoGP)

ALCANIZ – Pembalap Marc VDS, Alex Marquez, rupanya sempat bercita-cita untuk menjadi mekanik sebelum akhirnya terjun langsung ke sirkuit. Keinginan Marquez menjadi mekanik muncul ketika melihat sang kakak, Marc Marquez, membalap saat kecil.

Pada awalnya melihat sang kakak yang amat hebat di atas motor membuat Marquez ingin jadi mekanik di garasi. Akan tetapi, perlahan-lahan rasa untuk menjajal dunia balap itu muncul juga sehingga Marquez mengutarakannya kepada sang ayah, Roser Alenta.

Alex Marquez (Foto: MotoGP)

Alenta mengizinkan Marquez untuk menjajal dunia balap dengan menggunakan motor sang kakak. Keputusan sang ayah ternyata tepat karena kini kedua anaknya jadi pembalap yang begitu disegani. Marquez saat ini berlaga di Moto2 sedangkan sang kakak berjaya di MotoGP.

BACA JUGA: Marquez: Saya Takkan Pernah Mengalah kepada Siapapun, apalagi Adik Saya!

Marquez saat ini tengah berjuang menjadi juara Moto2 untuk pertama kalinya pada tahun ini. Peluang Marquez untuk menjadi juara pun amatlah besar karena hingga 14 balapan rampung ia masih ada di posisi pertama pada klasemen sementara dengan koleksi 213 poin. Semenatara itu, sang kakak yang berlaga di MotoGP dengan Repsol Honda juga bernasib serupa yakni hampir menjadi juara.

Marc Marquez dan Alex Marquez (Foto: MotoGP)

“Saya ingat bahwa saya selalu pergi dengan Ayah dan kakak saya untuk mengawasinya mengendarai motorcross. Suatu kali, saya berkata, ‘Ayah, saya ingin mencobanya juga,’ untuk melihat apakah itu baik untuk saya atau tidak,” kata Marquez, seperti yang dikutip dari laman resmi MotoGP, Jumat (27/9/2019).

“Dan dia berkata kepada saya beberapa hari sebelumnya bahwa jika Anda ingin mengendarai, ada motor saudaramu sehingga Anda bisa pergi. Jadi saya bilang ‘oke, kenapa tidak, saya akan mencobanya.’ Sebelum itu, saya selalu berpikir, ‘baiklah, saya akan menjadi mekanik kakak saya karena tidak ada risiko,’ tapi sejak hari itu, saya pikir mungkin bukan mekanik tetapi pembalap, tidak seperti pekerjaan, tetapi untuk bersenang-senang,” tutupnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini