nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marquez Rela Berkorban Semuanya untuk Olahraga Balap Motor

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 04:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 12 38 2103769 marquez-rela-berkorban-semuanya-untuk-olahraga-balap-motor-hi9ilB8DRU.jpg Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez (Foto: AFP)

BARCELONA – Sebagai seorang pembalap, Marc Marquez nyatanya rela mengorbankan berbagai hal demi menampilkan performa yang memuaskan, termasuk di antaranya keselamatan. Karena menurut Marquez, itu sudah menjadi bagian dari risiko pekerjaan sebagai pembalap.

Baru-baru ini, pembalap Repsol Honda itu mengunjungi Rumah Sakit Universitas Barcelona. Akan tetapi, kedatangan Marquez ke rumah sakit kali ini bukan untuk melakukan perawatan. Marquez pasalnya dipilih sebagai duta besar untuk program Learn for Sight untuk Pusat Pelatihan Mata baru yang akan dibangun di sana.

Baca juga: Percaya Diri Jadi Salah Satu Senjata Utama Marc Marquez

Marc Marquez menang balapan

Pembalap berjuluk The Baby Alien itu menerangkan bahwa bagi seorang pembalap, mata adalah salah satu organ tubuh yang paling vital. Karena, Marquez sendiri pernah mengalami gangguan pada matanya setelah terlibat kecelakaan dan diakui olehnya kalau hal itu benar-benar membuatnya frustrasi.

Kecelakaan itu terjadi pada musim balap 2011, kala ia masih berlaga di kelas Moto2. Saat itu, Marquez terjatuh dua kali, pertama pada sesi latihan di Australia dan kedua saat latihan bebas di Malaysia. Setelah insiden tersebut, Marquez mengaku kalau ia mengalami kesulitan untuk melihat.

"Setelah kecelakaan itu, saya melihat dua kali lipat (lebih sulit), selama lima atau enam bulan. Itu adalah waktu yang sangat buruk, ketika saya penuh dengan keraguan. Dengan pandangan yang baik, ini seperti banyak hal, Anda benar-benar belajar untuk menghargainya ketika Anda tidak memilikinya lagi," jelas Marquez, mengutip dari Speedweek, Kamis (12/9/2019).

Marc Marquez saat melaju di lintasan balap

"Tidak mungkin bagi saya untuk membaca dan kehidupan sehari-hari saya sangat sulit. Itu sebabnya saya tidak ragu sedetik pun ketika saya ditanya apakah saya ingin menjadi duta proyek ini. Itu salah satu risiko yang kami ambil ketika kami berkomitmen pada olahraga ini, yang merupakan hasrat kami. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa hidup tanpa sepeda motor,” lanjut Marquez.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini